91 Rabu, 05 Februari 2014 | 10:10:41

Absorber, Material Untuk Home Theater Anda

absorber-material-untuk-home-theater-anda

Home theater pada umumnya dibuat untuk mendapatkan sensasi layaknya menonton di bioskop. Oleh karena itu, dibutuhkan ruangan khusus dengan material-material pelapis yang juga khusus. Material-material tersebut berfungsi sebagai absorber .

Absorber  adalah penyerap suara. Material absorber  berguna untuk memperbaiki suara bass sehingga saat sampai ke telinga tidak terlalu berdentum. Selain itu, adanya penyerap suara dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gema.

Material yang biasanya digunakan untuk absorber adalah material yang lunak. Material tersebut antara lain busa, melamin, bahkan bahan yang terbuat dari kain.

Material penyerap suara yang dijual di pasaran biasanya sudah berbentuk panel. Anda hanya perlu menyesuaikan materialnya dengan bentuk ruangan Anda.

Material-material khusus tersebut harus Anda miliki jika ingin mendapatkan suara dengan kualitas yang baik.

Akan tetapi, banyak material yang biasanya ada di ruang keluarga yang juga memiliki fungsi yang sama. Walaupun suara yang dihasilkan tidak akan sebagus jika Anda menggunakan material-material khusus tersebut.

Sofa dan karpet memiliki bahan dengan sifat lunak. Kedua benda ini dapat berfungsi sebagai absorber.

Tidak hanya itu, tirai yang ada di ruangan juga bisa berfungsi sama. Untuk karpet, semakin tebal karpet Anda, fungsi penyerap suaranya akan semakin terasa.

Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel