156 Senin, 03 Februari 2014 | 02:11:25

Rumah Tanpa Pagar Punya Sisi Negatif?

rumah-tanpa-pagar-punya-sisi-negatif

Rumah tanpa pagar yang sedang mode dan diminati konsumen saat ini, yaitu rumah yang sistem keamanannya diserahkan secara kolektif dengan mengandalkan tembok Berlin atau sebuah tembok yang mengelilingi blok penghuni. Disamping tata ruang yang diatur begitu apik dan enak di pandang mata, perumahan yang menganut sistem ini mempunyai kerugian/masalah tertentu yangbisa menjadi bumerang bagi kenyamanan dan keamanan penghuni sendiri bila tidak dikelola dengan baik oleh pihak perumahan.
 
1. Masalah perpakiran yang membludak tanpa pembatasan jumlah kendaraan di depan rumah pinggir jalan (karena merasa aman oleh tembok Berlin), setiap penghuni dengan seenaknya memarkir 4 atau 5 kendaraannya bahkan kendaraan niaga (truk, engkel,box) masuk semua gratis, bahkan ada juga kendaraan tersebut diisi dengan bahan-bahan kimia yang bau/mudah meledak.
 
Padahal dengan konsep semula tanpa pagar, anak kecil bisa lari dari halaman rumah menuju ke jalan langsung dan pandangan bisa terhalang (oleh membludaknya perpakiran di depan rumah) baik dari arah anak (bisa juga anak tetangga)tsb. maupun dari arah pengemudi yang sedang lewat. Hal ini sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan. Disamping itu belum adanya peraturan Pemerintah (Menteri Perumahan rakyat) agar penghuni harus membedakan antara daerah permukiman khususnya sistem cluster dan pergudangan, dimanfaatkan oleh sebagian penghuni untuk mencampur adukkan 2 konsep tersebut apalagi bisa melakukan penghematan dengan tidak menyewa Gudang. Kelihatan ini sepele tapi juga kadang bisa menjadi bibit permusuhan antar tetangga, baik di dalam hati atau di keluarkan.
 
2. Kebanyakan konsumen memilih rumah karena karena hanya melihat bentuk rumah tersebut dan pemandangan sekitar (indah dlsbnya)Tetapi hal lain yang kurang di perhatikan adalah situasi/sistem keamanan yang luput dari pengamatan, seperti adanya akses penduduk sekitar yang bisa bebas naik turun memanjat tembok Berlin.

Sumber : Rumahku

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel