21 Rabu, 29 Januari 2014 | 01:41:51

Ciri Dasar Bedakan yang Antik dan Repro

ciri-dasar-bedakan-yang-antik-dan-repro

Cukup lama furnitur antik populer, terlebih di luar negeri. Banyak orang asing berburu furnitur antik sampai ke pelosok Indonesia. Furnitur antik repro mulai marak sejak tahun 1980-an. Ketika itu muncul pedagang barang-barang –kursi, meja, lemari-- antik hasil ulang atau tiruan. Mereka membuat reproduksi dari furnitur antik yang sesungguhnya. Sekarang, cukup banyak furnitur repro beredar di pasar. Sepintas tampilan fisiknya mirip yang asli.

Lalu bagaimana membedakannya? Untuk mengetahui ciri-ciri barang antik dan repro , sebaiknya kita tahu ciri-ciri furnitur antik. Berikut ciri-ciri dasarnya:

  • Barang antik berusia lebih dari 100 tahun. Jadi diproduksi sekitar tahun 1900-an awal
  • Karena berusia lanjut, bahan dasar dan material furnitur biasanya tampak termakan usia. Dari kayu yang berwarna semakin gelap sampai terdapat goresan atau cacat di sana-sini
  • Furnitur antik cenderung memakai bahan dasar yang keras, semisal jati. Kayu keras memiliki sifat, antara lain, semakin tua semakin keras dan urat-uratnya semakin menonjol. Tonjolan urat-urat kayu bisa dilihat dengan mata telanjang atau dengan cara merabanya
  • Furnitur antik biasanya dibuat dari kayu utuh. Papan atau kayu struktur biasanya tanpa sambungan
  • Engsel dan kunci pintu pada furnitur antik biasanya terbuat dari besi. Karat dan korosi menjadi penanda bahwa furnitur itu benar-benar antik


Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel