67 Senin, 20 Januari 2014 | 02:02:59

Tips Memilih Rumah yang Aman

tips-memilih-rumah-yang-aman

Desain keamanan rumah yang tepat tidak bisa berlaku sama untuk setiap rumah. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhinya. Salah satunya adalah faktor lingkungan dan tentu saja sistem keamanan rumah.

“Keamanan adalah soal rasa,” kata Raul Renanda. “Yang pertama harus Anda lakukan adalah jujur kepada diri sendiri tentang apa yang membuat Anda tenang ketika tidur di malam hari. Itulah yang harus Anda prioritaskan kemanannya.”

Setiap rumah tentu membutuhkan sistem keamanan yang berbeda-beda. Tergantung dimana lokasi rumah itu berada. Pengamanan rumah di dalam sistem cluster tentu berbeda dengan rumah di kawasan perkampungan.

Rumah dengan sistem cluster cenderung lebih aman dari bahaya orang asing. Ini karena sistem tersebut menggunakan sirkulasi satu pintu yang dijaga oleh satpam.

Jika dalam skala lingkungan rumah sudah cukup aman, sistem pengamanan lebih diutamakan pada bagian dalam rumah.

Ini karena umumnya gangguan keamanan rumah dengan sistem cluster datang dari orang dalam, semisal pembantu atau orang yang mengerti seluk beluk rumah. Desain keamanan di bagian dalam rumah bisa dibangun dengan penataan ruang sesuai hirarki fungsi (layering layout) .

Berbeda lagi dengan desain keamanan untuk rumah yang berada di area perkampungan. Umumnya jarak tetangga di area perkampungan cukup dekat.

Solidaritas hingga kecemburuan sosial yang mungkin timbul juga cukup tinggi. Karena itu sebaiknya desain fasad rumah tidak dibuat terlalu mencolok.

Jika ingin menghadirkan kemewahan fokuskan pada interior ruang privat saja.

Kedekatan dengan tetangga memiliki keuntungan tersendiri. Umumnya kepedulian satu sama lain cukup kuat. Karena itu meski berhimpitan, sebaiknya rumah tidak dibuat terlalu tertutup.

Tetangga di perkampungan yang masih memiliki kepedulian tinggi tanpa diminta ikut menjaga keamanan rumah sekitarnya.

Oleh karena itu, jika ingin menggunakan pagar pilih material yang tidak menghalangi pandangan orang ke dalam rumah. Misal menggunaan pagar besi hollow dengan jarak yang tidak terlalu rapat.

Rumah yang transparan dan terbuka membuat orang asing berpikir dua kali sebelum masuk rumah.

Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel