144 Sabtu, 28 Desember 2013 | 10:02:26

Saran untuk Anda yang Ingin Rumah Tumbuh

saran-untuk-anda-yang-ingin-rumah-tumbuh

Salah satu hal yang membuat rumah tumbuh dapat dikatakan baik adalah perencanaannya. Merencanakan rumah yang akan direnovasi kembali bukanlah hal yang mudah. Dalam pembangunannya juga seperti itu. Berikut ini adalah 11 saran yang bisa Anda terapkan!

1. Berinvestasilah di struktur terlebih dahulu.
Untuk rumah tipe kecil di lahan terbatas, menambah luas umumnya dilakukan dengan meningkat rumah. Hitung kekuatan struktur bangunan yang lama.

Ceklah dimensi dan meterial tiang, balok, sloof, serta fondasi. Jika beban bangunan terlampau berat, Anda perlu melakukan perkuatan struktur. Misalnya dengan suntik kolom, suntik balok, serta penambahan dimensi dan material fondasi.Saat meningkat rumah, Anda akan mempertimbangkan jenis pelat lantai apa yang kuat, ringan, dan hemat.

Dipasaran, jenis sistem dan bahan pelat lantai beragam. Mulai dari keramik beton, pelat baja gelombang, beton ringan aerasi, hingga beton konvensional. Mintalah saran kontraktor yang kompeten untuk membantu Anda melakukan perkuatan struktur dan pemilihan bahan pelat lantai yang pas.

2. Gunakan material tepat  dan berkualitas.
Ini investasi jangka panjang. Anda tidak perlu direpotkan pengeluaran biaya untuk perawatan, cukup pikirkan biaya untuk renovasi tahap berikutnya.

Sebelum memilih material, kenali kebutuhan dan fungsinya.  Misalnya untuk rangka atap gunakan baja ringan. Selain ukuran yang sudah standar, baja ringan mudah dipasang.

Untuk kusen, gunakan aluminium. Kusen ini tidak mudah mengalami susut-muai jika menerima perbedaan temperatur udara. Material yang berkualitas biasanya memiliki bahan baku yang sudah teruji, ukuran yang presisi, dan garansi purna jual.

3. Pilih bata untuk material dinding.
Bata relatif lebih kuat dan tahan cuaca jika dibandingkan dengan material lain. Contohnya batako, blok beton, atau beton. Namun bata memerlukan plester semen yang cukup banyak.

Untuk mengurangi beban yang diterima bangunan, kombinasikan penggunaan bata dan beton ringan. Bata untuk lantai dasar, sementara beton ringan untuk lantai atas. Dengan cara itu, Anda dapat menghemat biaya konstruksi dan pondasi.

4. Hindari membuat pemipaan di lantai atau tertanam di dinding.
Pipa yang ditanam itu membuat Anda kesulitan melakukan perbaikan. Begitu juga jika Anda akan menambah lantai dan membuat pemipaan yang baru.

Lantai lama dibongkar, lalu pasang kembali. Selain repot, proses itu memboroskan biaya. Sebaiknya, buat shaft  (ruang pemipaan) di luar tembok. Ukurannya 60cmx60m. Bisa dibukatutup, sehingga memudahkan pemeriksaan dan perbaikan.

5. Rencanakan jaringan listrik dengan baik.
Siapkan rencana perkabelan listrik untuk ruang yang akan Anda tambah. Dengan begitu Anda tidak perlu membongkar jaringan listrik yang lama dan membobok dinding nantinya.

Hemat biaya, sekaligus menghemat waktu renovasi. Di samping itu, Anda perlu juga mencek kabel yang lama. Jika sudah getas dan menua, gantilah dengan kabel yang baru. Kabel yang sudah rusak dapat membahayakan jiwa. Misalnya kabel mengalami korslet hingga terbakar.

6. Gunakan jasa arsitek dan kontraktor daripada tukang biasa.
Arsitek dapat menjadi partner Anda untuk mencari solusi desain. Sedangkan, kontraktor akan memastikan pelaksanaan renovasi sesuai rencana dan pengawasan berkala.

Memang biaya konsultasi arsitek dan pengawasan kontraktor yang kelak Anda gunakan lebih mahal daripada tukang biasa. Tetapi, biaya itu setimpal dengan hasilnya. Kualitas fisik bangunan baik, anggaran terukur, membuat Anda nyaman menghuni berserta keluarga.

7. Ketika mencari kontraktor, mintalah rekomendasi arsitek, keluarga atau sahabat Anda.
Coba lihat hasil kerja si kontraktor dengan mengunjungi rumah yang pernah dibuatnya. Lihat kekurangan dan kelebihannya.

Gunakan hasil pengamatan Anda sebagai catatan dalam memilih kontraktor dan kontrak kerjasama. Kalau perlu Anda masukan poin hasil kerja dan pilihan material yang tepat. Di samping itu, poin ritensi berkala setelah bangunan rampung. Misalnya jaminan material yang bermutu dan perbaikan jika ada dinding yang retak, kebocoran, dan sebagainya.

8. Mintalah perhitungan detail unit price  pekerjaan dari kontraktor.
Cocokkan dengan gambar kerja dan data spesifikasi dari arsitek. Kontraktor yang baik akan memberi data yang lengkap dan benar. Ini membuat kedua pihak saling percaya. Konsultasikan juga aplikasinya di lapangan dengan arsitek Anda.

9. Segera komunikasikan ketidaknyamanan Anda atas solusi desain yang diberikan kontraktor.
Sangat mungkin ada perbedaan antara desain arsitek dengan hasil akhir dilapangan. Tidak semua yang tergambar dapat dibangun. Segera cari solusinya bersama. Repot dan boros biaya jika perubahan dilakukan saat pekerjaan mulai berjalan.

10. Buat kesepakatan waktu pembayaran dan penyelesaian pekerjaan dengan kontraktor Anda .
Juga penalti jika waktu pengerjaan tidak sesuai rencana. Cara pembayaran tergantung kesepakatan. Ada yang dimulai dengan tahapan pembayaran sesuai hasil pekerjaan. Misalnya, termin pertama 20% sebagai DP, termin kedua sekitar 15% jika hasil pekerjaan sudah mencapai 20%, termin ketiga 20% dengan pencapaian pembangunan sudah 30%, dan seterusnya. Pantau proses renovasi agar tepat waktu.

11. Mintalah garansi.
Umumnya kontraktor memberikan masa garansi 30 hari terhadap klaim kerusakan atau kesalahan dalam pekerjaan. Untuk atap atau dak, masa garansi kebocoran lebih panjang. Bisa semusim, untuk melihat kondisi atap dan dak di musim hujan.

Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel