228 Senin, 23 Desember 2013 | 11:39:53

'Kijang' Pengganti Pohon Natal tak Kalah Menarik!

kijang-pengganti-pohon-natal-tak-kalah-menarik

Perayaan Natal di seluruh dunia tidak lagi hanya mengenai kegiatan religius. Sebagian bahkan telah bergeser maknanya dan identik dengan berbagai kegiatan konsumtif atau simbol-simbol yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan satu agama tertentu, misalnya Pohon Natal. Padahal, makna Natal tidak akan berkurang tanpa kehadiran Pohon Natal. Dekor, simbol, dan ornamen yang digunakan selama perayaan Natal hanya media untuk membentuk suasana. Luthfi Hasan dari Jakarta Vintage memberikan alternatif dekorasi rumah untuk menyambut perayaan tersebut.

Luthfi tidak menggunakan Pohon Natal maupun skema warna merah-hijau-putih yang sudah populer. Alih-alih, dia melakukan pendekatan lebih vintage dan tetap menarik.
 
Luthfi tidak merayakan Natal. Namun dia yakin, Natal yang memang identik dengan Pohon Natal, memiliki makna lebih dalam dari itu, seperti kebersamaan dan harapan. Maka itu, dia memilih pendekatan lain. Ia memilih mengeksplorasi motif, bentuk, dan sosok kijang untuk dekorasi Natalnya.

Luthfi memberikan contoh dua ruangan, ruang tamu dan ruang makan. Kedua ruang ini diberikan "benang merah" berupa penampilan sosok kijang. Kijang tampil di bantalan kursi, hiasan-hiasan dinding, backdrop, dan patung-patung kecil. Selain itu, ia dan tim Jakarta Vintage juga menggarisbawahi penggunaan warna merah.
 
"Natal biasanya memang identik dengan warna merah, hijau, putih. Tapi dari segi elemen atau material, atau item-nya, yang paling utama biasanya Pohon Natal. Pohon Natal satu saja, mau warnanya apa, itu sudah Natal. Itu yang kita gantikan. Tapi, warnanya tetap kita pertahankan. Kita hanya pilih warna merah dan putih. Yang lainnya itu supporting saja," ujarnya.
 
Luthfi menyingkirkan penggunaan Pohon Natal, namun tidak melupakan titik fokal untuk kedua ruang yang saling berhubungan tersebut. Bagi kedua ruang yang digubah, backdrop bergambar kijang berwarna merah berperan sebagai titik fokal. Uniknya, jika backdrop tersebut diganti, penataan seperti ini bisa dipertahankan sepanjang tahun. Bahkan, dekorasi seperti ini juga bisa digunakan untuk mendekor dalam rangka perayaan lain, seperti Idul Fitri atau Lebaran.
 
"Kalau backdrop-nya diganti, bahkan bisa juga untuk (dekorasi) Lebaran. Itu pesan saya," imbuhnya.

Luthfi, bersama Jakarta Vintage, ternyata tidak hanya mengenalkan dekorasi gaya baru. Mereka juga ingin mempromosikan gaya hidup vintage ramah lingkungan.

"Kita mau mempromosikan, kita percaya dengan gaya hidup vintage yang menurut saya sangat ramah lingkungan," ujarnya.

Natal ini, Anda tidak harus mendekor rumah dengan berbagai barang baru. Periksa apa yang sudah Anda miliki, berkarya dengan barang tersebut, dan rasakan makna Natal sesungguhnya bersama keluarga.

"Kalau tidak punya Pohon Natal, wah tidak bisa Natalan? Nggak dong, dan tidak perlu beli Pohon Natal. Kalau punya Pohon Cemara, sudah saja pakai itu. Di luar saja, tetap ada suasana," tandasnya.

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel