95 Rabu, 18 Desember 2013 | 10:50:27

Perkakas Dapur Dari Plastik

perkakas-dapur-dari-plastik

Bahan plastik bisa aman atau tidak aman dipakai di dapur tergantung penggunaannya. Plastik sudah menjadi bagian kehidupan modern. Penggunaannya sudah sangat meluas, mulai dari bahan bangunan, perabot, sampai perkakas dapur yang bersentuhan dengan makanan. Hanya, di balik manfaatnya yang besar ada juga bahayanya bagi manusia. Plastik umumnya meleleh pada suhu tinggi. Menurut Asep Riswoko, Head of Center Sentra Teknologi Polimer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), plastik ada beberapa jenis begitu pula ketahanannya.

“Plastik biasa seperti polyethylene atau polypropylene akan meleleh pada suhu 120 – 130 derajat celcius. Tapi jenis polyether ether ketone (PEEK) bisa tahan pada suhu 240 derajat. Jenis ini ketahanannya sudah seperti logam,” katanya.

Jadi, aman tidaknya plastik sebagai perkakas tergantung jenis plastiknya. Artinya, perkakas dapur dari bahan polyvinyl chloride (PVC) aman selama digunakan pada suhu dingin. Sebaliknya bahan pelunak pada PVC bisa ikut larut bila perkakas dipakai untuk air panas. Makanya plastik jenis ini tidak boleh untuk botol susu.

Nilon
Sementara nilon, jenis plastik yang lain, ketahanannya terhadap panas melebihi PVC. Nilon juga jenis plastik dengan grade yang lebih tinggi, karena memiliki kekuatan mekanik yang baik tapi lebih ringan dibanding kawat. Makanya nilon dipakai sebagai serat ban kendaraan. “Nilon sering digunakan untuk alat berkinerja tinggi. Jadi, kalau dipakai untuk perkakas dapur, plastik jenis ini lebih tahan gesekan,” jelas Asep.

Sekedar untuk memasak, secara umum perkakas plastik aman digunakan, karena prosesnya tidak terlalu panas. Yang penting perkakas tidak masalah didekatkan dengan api atau tidak menempel pada wajan. Makanya, kendati mengakui nilon lebih bagus, PT Tigermandiri Pratama, produsen perkakas plastik Arniss, tidak memakai nilon sebagai bahan baku produknya karena biaya produksinya menjadi mahal.

“Untuk perkakas memasak kita menggunakan plastik polypropylene (PP) yang sudah food safe dan tahan sampai suhu 120 derajat celcius,” kata Megah Ria, Marketing Division PT Tigermandiri Pratama.

Sementara Maspion, produsen perkakas rumah tangga Maxim, melansir perkakas berbahan nilon (yang juga sudah food safe karena tahan pada suhu 220 derajat celcius) untuk mengakomodasi kebutuhan perangkat masak Teflon (anti lengket).

“Supaya lapisan Teflon-nya tidak tergores,” ujar John Welli, Branch Manager Maspion Group.

Virgin vs Recycle
Di negara-negara maju yang regulasinya sudah mapan, produsen wajib mencantumkan jenis plastik yang digunakannya pada produknya. Di Indonesia aturan itu juga sudah ada. Hanya pengawasan pelaksanaannya masih lemah. Jadi, konsumen yang harus ekstra cermat dan kritis memilih produk yang hendak dibelinya, termasuk terhadap wadah minuman kemasan yang sering kita pakai. Pasalnya, aneka wadah itu memiliki lifetime tertentu. Apalagi kalau sudah terkena sinar matahari atau berada di tanah cukup lama, wadah sudah tidak higienis lagi, sudah berkerut atau timbul bintik-bintik di bagian dalam dindingnya.

Kemasan air minum juga ada yang terbuat dari bahan daur ulang (recycle) selain dari plastik virgin. Masing-masing memiliki ketahanan berbeda.

“Kalau bentuknya sudah berubah, sebaiknya jangan digunakan lagi,” kata Asep.

Contoh lain, sendok plastik dari bahan daur ulang. Kadang untuk mengelabui, bahannya diberi zat pewarna, padahal sebenarnya tidak higienis lagi.

“Jadi, saran saya perkakas dari plastik daur ulang jangan dipakai untuk makanan,” lanjutnya.

Perawatan perkakas plastik cukup dicuci dengan sabun untuk menghilangkan minyak yang menempel. Bila kotoran sudah masuk ke dalam pori-porinya, sebaiknya perkakas tidak digunakan lagi. Kalau tergores, selama materialnya tidak berubah, produk masih aman digunakan.

Sumber : Housing-estate

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel