125 Selasa, 10 Desember 2013 | 05:23:55

Tip Agar Makanan Tak Tercemar

tip-agar-makanan-tak-tercemar

Dapur erat kaitannya dengan pengolahan makanan. Salah satu indikator kesehatan adalah dengan memakan makanan yang bersih dan sehat. Berbagai upaya dan tindakan pengamanan perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan mengurangi pencemaran pada makanan. Simak tips berikut.

1. Untuk mengurangi Pb pada makanan baik di sayur mentah atau buah mentah ataupun di jajanan misalnya dengan tidak membeli bahan makanan dan makanan tersebut di tempat-tempat yang udaranya terkena polusi gas buangan kendaraan maupun industri, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.

2. Menghindari penggunaan peralatan-peralatan dapur atau tempat makanan/minuman yang diduga mengandung Pb (misalnya keramik berglasur, wadah yang dipatri atau mengandung cat, dan lain-lain).

3. Mengonsumsi ikan laut dan makanan laut yang masih segar yang berasal dari laut bersih yang belum terkontaminasi arsen atau merkuri.

4. Biasakan mencuci sayuran dan bahan-bahan lain yang akan dimasak di bawah air yang mengalir. Patut diketahui sayuran yang dibeli biasanya mengandung zat kimia dari pestisida
- Bila memungkinkan pilih buah dan sayur yang ditanam secara organik yang ditanam tanpa pupuk buatan atau semprotan pestisida.

5. Jika menggunakan produk olahan sudah jadi, perhatikan komposisi kandungannya dan sebisa mungkin memilih produk yang paling sedikit penggunaan zat aditif sentitisnya.

6. Perbanyak penggunaan zat tambahan alami dari  tumbuh-tumbuhan dan hewan dalam mengolah makanan. Contohnya, untuk memberi rasa manis gunakan gula tebu dan madu. Untuk memberi warna dapat digunakan daun suji, kunyit, gula merah atau daun jati.

7. Hindari pembungkus sintetis untuk membungkus makanan, terutama yang masih panas seperti styrofoam atau plastik. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi setiap hari kita terkontaminasi, maka sebaiknya cari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

8. Untuk skala rumah tangga, kebersihan dapur dengan alat-alatnya, penyimpanan yang benar dan teknik mengolah makanan perlu mendapat perhatian serius. Jika kebersihanyatidak terjaga, kontaminasi mikroba sangat mungkin terjadi.

9. Kebiasaan mengolah bahan makanan setengah matang dan memanaskan kembali makanan sangat tidak dianjurkan. Memanaskan makanan justru akan merusak zat gizi dan meningkatkan jumlah mikroorganisme,karena ada mikroba tertentu yang akan berkembang biak lebih cepat pada makanan bersuhu hangat. Makanan yang dikeluarkan dari kulkas tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di suhu ruangan. Secepat mungkin diolah untuk dimasak.

10. Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan juga perlu di budayakan,karena tangan adalah sumber mikroba yang seringkali ikut masuk ke dalam tubuh karena kontak dengan makanan yang kita makan.

Sumber : Tabloid Nakita

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel