126 Selasa, 19 November 2013 | 05:35:39

Jangan Kecele... Bedakan Barang Usang dan Barang Rusak!

jangan-kecele-bedakan-barang-usang-dan-barang-rusak

Menghabiskan akhir pekan atau waktu senggang Anda menyusuri pasar barang antik atau pasar loak sebenarnya bukan ide buruk. Anda yang kini tengah memperbarui tampilan rumah pun bisa menghemat banyak uang dengan membeli furnitur dari pasar barang bekas. Hanya, Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih barang.

Ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk memilih barang bekas atau loak. Staf editorial Houzz Fred Albert memberikan beberapa tips dalam memilih barang antik. Albert mengutip penjual barang antik asal Seattle, Richard Rhoda.

Rhoda mengatakan bahwa 90 persen orang awam bisa mendeteksi kerusakan pada furnitur antik. Hanya, orang tersebut harus rela menghabiskan 30 menit untuk memeriksa barang antik tersebut. Karena itulah, sebelum mengeluarkan uang untuk membeli lemari, laci, meja, atau perabot antik lainnya, ada baiknya Anda melihatnya baik-baik.

"Geser barang tersebut jauh dari dinding dan barang-barang lain hingga Anda bisa memeriksa keempat sisi dan bagian dasarnya," saran Albert.

Cobalah memeriksa barang tersebut di bawah sinar terang. Albert juga menganjurkan Anda membawa senter kecil setiap kali "berburu" barang antik. Bila perlu, bawa furnitur tersebut ke luar ruangan agar mendapat paparan sinar matahari. Waspadalah jika penjual barang antik tersebut tidak mengizinkan Anda memeriksa barang yang ingin Anda beli.

Selain memeriksa kerusakan kecil pada permukaan furnitur, yakinkan diri Anda bahwa furnitur tersebut dalam keadaan utuh (solid). Jika Anda ingin membeli kursi, duduklah di kursi tersebut. Pastikan badan kursi utuh dan tidak goyang. Kalaupun butuh perbaikan, pastikan sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Lakukan hal serupa jika Anda ingin membeli meja. Letakkan tangan Anda di ujung meja dan pastikan meja tersebut tidak goyang. Jika mungkin, coba angkat furnitur tersebut. Furnitur kayu yang relatif berat mumnya terbuat dari kayu berkualitas tinggi.

Setelah itu, Albert menyarankan Anda memeriksa tanda-tanda usia pada barang yang ingin Anda beli. Perabotan tua biasanya punya kotoran yang sulit dibersihkan di beberapa titik. Laci yang sudah tua pun biasanya sulit dibuka dan ditutup.

Namun, jika Anda sama sekali tidak menemukan tanda-tanda ini, kemungkinan perabot tersebut sudah dicat ulang atau belum terlalu tua. Periksa bagian dalam, mungkin Anda akan menemukan sisa-sisa pengerjaan vernis yang tidak rapi.

Cek juga urat kayu pada perabot yang ingin Anda beli. Jika Anda lihat guratan dengan corak menarik, kemungkinan pada saat furnitur tersebut baru dibuat, harganya mahal dan dibuat dengan penuh kehati-hatian. Barang tersebut tentu masih layak menjadi investasi. Selain itu, periksa finishing-nya. Barang antik, terutama furnitur antik seharga jutaan rupiah harusnya memiliki finishing memadai dan tidak ada bekas paku.

Jangan lupa memeriksa ada atau tidak bagian yang hilang dari perabot tersebut. Jika Anda yakin bisa mengganti bagian yang hilang tersebut, Anda bisa membelinya. Namun, tentu penjual harus bersedia menekan harga yang dia tawarkan. Terkadang, bagian yang hilang tersebut tidak hanya pegangan laci atau ornamen-ornamen. Bagian yang menyokong rangka kursi, lemari, atau meja pun bisa hilang dan diganti oleh penjual.

Pastikan pengerjaannya dilakukan dengan baik. Jika penjual mengganti handle, biasanya barang-barang antik jadi kurang menarik. Perhatikan juga hardware perabotan yang ingin Anda beli, termasuk engsel dan bagian-bagian tersembunyi lain.

Selain Anda perhatikan sendiri pada furnitur, coba tanyakan langsung kepada penjualnya. Perhatikan ekspresi dan kejujuran penjual. Anda berhak mengetahui kondisi barang yang ingin Anda beli. Selain bertanya kepada penjual, mintalah juga pendapat dari kerabat atau orang yang Anda percaya.

Selamat berburu barang antik!

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel