113 Kamis, 14 November 2013 | 11:21:47

\"Papabubble\", Seni Mendesain Tingkat Tinggi

papabubble-seni-mendesain-tingkat-tinggi

Kedai-kedai makanan di Jepang sudah tidak asing lagi dengan konsep menempatkan tukang masak sebagai "pusat pertunjukkan". Restoran sushi, ramen, bahkan kios-kios pinggir jalan pun menggunakan konsep ini. Konsumen bisa menikmati makanan sembari terheran-heran dengan kepiawaian tukang masak, atau bahkan chef berkelas dunia. Kini, konsep serupa digunakan oleh toko permen yang ada di Aioi-Cho, Naka-ku, Yokohama, Jepang.  
 
"Papabubble at Yokohama" merupakan proyek yang diinisiasi oleh Jo Nagasaka dari Schemata Architects. Papabubble adalah sebuah toko permen seluas 70,10 meter persegi yang khusus membuat permen-permen artisan dan dibuat ketika konsumen memesan permen tersebut. Sebenarnya, konsep toko permen ini saja sudah tidak biasa. Namun, di tangan Nagasaka, tempatnya jadi luar biasa.
 
Pengaturan toko Papabubble oleh Nagasaka benar-benar membuat gerakan para pembuat permen menjadi "bintang" dalam toko tersebut. Para pembuat permen ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat oleh para konsumen, seperti berada di akuarium dengan sorotan berlimpah.

Lantai, dinding, dan plafon abu-abu beton ekspos, meja besi yang ramping, kayu-kayu berwarna lembut, dan penggunaan kaca semakin menegaskan sosok para pembuat permen di toko ini. Penggunaan material dan warna yang relatif kelam ini pun membuat permen-permen berwarna-warni tidak "kalah" oleh dekorasi toko.
 
Penggunaan beton, keramik, kaca, dan kayu dalam toko ini mampu menciptakan "sensibilitas multi-lapis yang menyambut dan menerima para pengunjung, karyawan, dan produk-produknya." Lihat saja, hanya dengan menggunakan keramik berwarna hitam pada salah satu dinding, toko ini berhasil menonjolkan permen-permen berwarna-warni yang dipajang di depannya.

Papabubble at Yokohama menunjukkan bahwa pemilik toko tidak perlu menegaskan produk yang dijualnya lewat desain secara terang-terangan. Justru, dengan membuat dekor yang mampu menegaskan dan menonjolkan produknya, konsumen pun dapat tertarik.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel