227 Senin, 28 Oktober 2013 | 10:38:06

Asing Terpincut Rumah Bambu Bali

asing-terpincut-rumah-bambu-bali

Alam Indonesia, terutama Bali, sudah memukau dunia internasional. Kini, bertambah lagi apresiasi dunia untuk Pulau Dewata ini. Dua media asing, The Huffington Post dan Nymag.com secara khususmengulas konstruksi Sharma Springs. Sharma Springs merupakan struktur bangunan setinggi enam lantai yang seluruhnya dibuat dengan menggunakan bambu. Bangunan bambu ini dirancang oleh Elora Hardy (32).

Kedua media tersebut melaporkan, Elora Hardy tampak seperti pekerja magang yang baru lulus kuliah. Sulit membayangkan bahwa Elora bertanggung jawab membangun Sharma Springs di Bali. Hardy memang tumbuh di Bali. Namun, dia belajar seni di Amerika Serikat dan bekerja untuk beberapa rumah mode di New York.

"Saya suka berada di New York. Namun, saya ingin membuat perbedaan dalam hal ekologi," imbuh Elora

Elora dan ayahnya, John Hardy ternyata dikenal memang suka bereksperimen membangun konstruksi bambu di Bali sejak 2000-an. Mereka terinspirasi dari perintis konstruksi bambu, Linda Garland. Karya lokal, berbahan lokal, dengan kreator, dan peruntukan asing. Penduduk sekitar dipekerjakan di bawah naungan merek Ibuku. Ibuku menyatukan pengrajin dan desainer asal Indonesia.

Mungkin hal tersebut yang bisa menjadi gambaran karya-karya bangunan bambu di Bali. Meski bukan untuk publik, bangunan ini tetap memesona. Karya Elora tersebut ternyata diperuntukkan untuk Sumant dan Myriam Sharma beserta empat anak mereka.

Terlepas dari peruntukkannya, bagunan ini memang istimewa. Sharma Springs dibangun dengan cara tradisional dan dibuat dengan tangan. Tidak ada cetak biru dan gambar-gambar teknis, bangunan ini hanya memiliki sebuah model berukuran kecil. Pembangunannya benar-benar sebuah petualangan.

"Kami membangun Sharma Springs dalam bulan-bulan terburuk musim hujan," ujar Elora sembari tertawa. Proses rumit dan membutuhkan trik khusus, seperti pengiriman bambu dengan truk harus dilakukan malam hari agar tidak terjebak macet.

Namun, hasil dari pembangunan penuh petualangan tersebut luar biasa. Anda bisa segera merasakan bahwa bangunan ini dibuat dengan pakem berbeda dari arsitektur modern pada umumnya. Selain itu, bangunan yang terdapat di daerah rawan gempa ini pun fleksibel dalam menghadapi goncangan gempa.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel