124 Senin, 14 Oktober 2013 | 08:01:29

Menata Ruang Tamu Sesuai Feng Shui

menata-ruang-tamu-sesuai-feng-shui

Ruang tamu selalu dianggap sebagai wajah sebuah rumah. Di ruang ini, Anda kerap menyambut tamu. Bila ruang ini tertata rapi, sudah tentu pemiliknya juga rapi. Hal ini pula yang meningkatkan citra pemilik rumah tersebut. Apakah ruang tamu Anda hanya berfungsi sebagai tempat menerima tamu? Lalu, bagaimana tampilan ruang tamu yang baik menurut feng shui? Bagian depan dalam rumah ini sebaiknya dibuat berbentuk segi empat, dan sebaiknya hindari bentuk lengkungan atau potongan diagonal.

"Bentuk ruang tamu yang terpotong digambarkan sebagai hilangnya anggota keluarga atau ada yang tercerai berai. Sementara pintu ruang tamu yang baik, yaitu memiliki daun pintu dengan arah bukaan ke dalam, bukan keluar. Ini untuk menghambat keluarnya rezeki yang sudah masuk ke dalam rumah," kata pakar feng shui Jane Kumala.

Bagian bawahnya atau lantai, sebaiknya didesain beraturan. Sebaiknya hindari penggunaan atau pecahan keramik yang disusun sedemikian rupa. Walau keramik dengan corak ini memiliki kesan artistik, bentuknya akan memberikan kesan yang tidak rapi.

"Bentuk lantai yang tidak tersusun rapi bisa memengaruhi keuangan pemilik rumahnya, seperti boros dan terkadang bisa membuat anggota keluarga tidak betah berada di rumah," kata Jane.

 Untuk bagian langit-langit, ruang tamu bisa juga meningkatkan energi positif. Namun, bila salah mengatur, justru bisa menyebabkan kesengsaraan.

"Boleh saja menghias langitlangit dengan berbagai hiasan, tapi yang tidak disarankan adalah memberi hiasan dengan bentuk kotak yang ujungnya menonjol atau terdapat cerukkan di bagian sisinya," sebutnya.

Namun, sebenarnya langit-langit yang baik terdapat di bagian tengah ruang tamu. Di bagian ini Anda bisa mengosongkannya dengan cara menambahkan aksesori, seperti chandelier kristal dan sejenisnya.

Lewat hiasan ini, unsur positif fengsui lebih leluasa masuk ke ruang tamu. Penataan kursi atau sofa dan meja tamu juga harus Anda perhatikan. Sebaiknya pilih meja dengan desain bulat.

"Pengaturan bentuk L tidak disarankan karena akan memunculkan sudut runcing yang tajam dan merugikan.
Lebih baik menempatkan meja tamu di tengah dan sofanya biarkan mengelilinginya," kata wanita berkulit putih ini.

Anda pun sebaiknya hindari lemari ukiran yang berat dan rumit karena energi dari lemari tersebut akan membuat ruang tamu yang kecil menjadi berkesan sumpek atau panas. Ada baiknya Anda memilih dekorasi perabotan dengan garis simpel.

"Pilih perabot yang berbentuk pintu dibandingkan bentuk rak-rak saja. Rak buku yang berpintu akan mengancam kemakmuran pemilik rumah," tutur Jane.

Pintu dan jendela rumah setiap pagi harus dibuka. Hal ini untuk menyambut rezeki yang datang dari luar masuk ke dalam. Pintu masuk yang jarang digunakan menandakan keberuntungan juga lebih bersifat statis, bahkan cenderung menurun.

Pintu rumah sebaiknya digunakan untuk mempersilakan tamu masuk. Jadi, keluar masuknya tamu bukan melalui pintu garasi atau pintu dapur.

"Pintu utama biasanya dirancang di posisi medan magnet yang menguntungkan, sedangkan pintu yang lainnya biasanya terletak di area biasa atau kurang menguntungkan. Jadi, lebih baik menerima tamu melalui jalur benar," imbuh Jane.

Pada malam hari, lampu ruang tamu sebaiknya dihidupkan. Tidak usah sepanjang malam, tapi cukup 30 menit sampai satu jam. Tujuannya membuyarkan pengendapan yin yang masuk melalui pintu ruang tamu.

(Aprilia S Andyna/Koran SI) (NJB)
Sumber : okezone

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel