100 Kamis, 26 September 2013 | 11:11:19

6 Faktor Penting Menata Rumah Mungil

6-faktor-penting-menata-rumah-mungil

Tak jarang, terbatasnya luas rumah justru menantang pemilik rumah mendesain hunian mungilnya secara lebih kreatif. Ada banyak cara menyiasati desain rumah mungil, tapi setidaknya enam poin berikut ini penting dijadikan pegangan untuk Anda.

Dimensi
Dimensi atau ukuran adalah hal pertama yang terpikirkan saat menata rumah mungil. Antara ukuran dan besaran furnitur harus disesuaikan dengan ruang.

Selain harus proporsional, furnitur sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penghuni. Pemilihan furnitur tepat akan menciptakan ruang lapang beserta sirkulasi udara yang baik.

Dalam memanfaatkan ukuran, pertimbangkan secara optimal setiap jengkalnya. Jangan sampai Anda membuat ruang dengan potensi menjadi sudut mati dan tempat tumpukan barang.

Untuk menyiasati masalah seperti ini, buatlah furnitur built in dengan ukuran pas dan sesuai dengan spot-spot dalam rumah.

Simpel
Menghadirkan dekorasi dinding dalam corak ramai, furnitur masif, serta penggunaan warna gelap membawa kesan sesak pada ruangan. Menghadirkan tatanan interior mewah dan elegan untuk rumah mungil bukanlah hal bijak, karena hal itu justru akan memberi kesan ruangan semakin sumpek.

Tatanan ruang paling tepat untuk rumah mungil adalah simpel, minimalis, minim corak, dan dibalut warna terang. Pilihan ini akan memberi kesan lapang pada hunian.

Pilihlah warna-warna terang seperti putih dan pastel untuk bidang-bidang besar seperti lantai, dinding, plafon, serta furnitur utama. Kombinasi banyak warna sebaiknya Anda hindari, tetapi gunakan sedikit aksen untuk mempermanis ruangan.

Tanpa sekat
Dalam sebuah rumah mungil, ada baiknya Anda mengurangi aplikasi dinding atau partisi masif sebagai pembatas dan pemisah ruang. Sebaiknya, rancanglah layout ruang dengan pendekatan open plan atau tanpa sekat. Cara ini akan menciptakan kesan ruangan lebih luas daripada ukuran sebenarnya.

Pemisahan ruangan dengan konsep tanpa sekat bisa dilakukan dengan cara menciptakan zona pada area berbeda. Konsep tanpa sekat ini bisa memberi keleluasaan pada fungsi ruang serta menciptakan rasa ruang lebih luas secara visual. Jika diperlukan, ruang tetap dapat diberi pembatas, misalnya partisi kaca tembus pandang atau rak buku.

Manipulasi ruang
Dengan menggunakan beberapa teknik pendekatan desain, Anda dapat memanipulasi ruang di dalam rumah mungil menjadi lebih besar, lebih tinggi atau lebih lebar. Caranya adalah memanfaatkan ruang luar sebagai bagian dari interior ruang, atau memanfaatkan teras belakang rumah sebagai area perluasan ruang makan atau ruang keluarga Anda.

Alternatif cara lainnya adalah menggunakan kaca sebagai pembatas ruang yang menghadap ke area luar. Hal ini akan menciptakan perluasan ruang secara visual.

Anda juga dapat memanfaatkan bidang refleksi seperti cermin untuk menghadirkan kesan ruangan lebih luas. Sekecil apapun bidang refleksi, pantulan yang tercipta akan menambah volume ruang dalam tampilan visual.

Efisien dan fleksibel
Salah satu keberhasilan merancang rumah mungil adalah dengan meningkatkan efisiensi ruang. Caranya, pertimbangkan aspek fleksibilitas kala merancang fungsi ruang. Terapkan konsep ruang bersama atau multifungsi untuk memenuhi fleksibilitas ruang tersebut.

Penggunaan furnitur sebaiknya didesain sesuai kebutuhan Anda serta harus diperlakukan sebagai elemen penting dalam desain. Penggunaan konsep furnitur multifungsi merupakan solusi cermat untuk menghemat tempat sekaligus area penyimpanan. Tempat penyimpanan bisa terintegrasi dengan tempat duduk, sofa, bed, bahkan tangga.

Cahaya
Faktor cahaya, terutama cahaya matahari, merupakan elemen penting untuk rumah berukuran mungil. Bukaan sekecil apapun akan besar pengaruhnya bagi rumah mungil. Untuk itu, manfaatkan keberadaan jendela dan skylight untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam ruangan secara maksimal.

Namun demikian, Anda patut memperhatikan bentuk, jenis, serta ukuran jendela. Bidang bukaan besar akan memberi rasa ruangan lebih luas dari kondisi sebenarnya.

Selain matahari, penerangan buatan juga penting untuk menciptakan penataan yang cermat. Dalam menciptakan pencahayaan buatan, Anda harus menyesuaikannya secara efisiensi dan jenis lampunya.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel