106 Jum'at, 06 September 2013 | 01:15:42

Mengintip Ruang Tamu Warga Iran di "Buku Terlarang"

mengintip-ruang-tamu-warga-iran-di-buku-terlarang

Sebuah buku fotografi berisi kumpulan foto-foto kehidupan rumah tangga di Teheran, Iran, sementara ini mendapat penangguhan dari media pembayaran online, Paypal. Alasannya sederhana. Buku tersebut memiliki kata "Iranian" dalam judulnya.

Memang, walaupun masuk dalam daftar barang-barang yang dijajakan pada pekan lalu, PayPal membubuhi "daftar hitam" pada buku tersebut. Dengan kata lain, buku berjudul "Iranian Living Room" tersebut termasuk dalam barang dan jasa terlarang. Konsumen tidak dapat membeli via laman web Fabrica maupun Colors.

Sebenarnya, buku tersebut tidak secara langsung dan gamblang menyuarakan muatan politis. Isi buku fotografi yang diterbitkan Fabrica itu "hanya" berisi karya 15 fotografer muda Iran di bawah pengawasan Direktur Kreatif Kepala Fotografi Fabrica, Enrico Bossan. Menurut situs penjualan buku Fabrica, buku ini merupakan penggambaran kehidupan pribadi di Iran, tepat di lokasi kegiatan sehari-hari berlangsung.

"Jika Anda membuka lembaran album foto keluarga kami, sepuluh tahun pertama kehidupanku dihabiskan dalam hitam putih, dan semuanya didominasi di ruang tamu. Namun, kenangan tahun-tahun itu penuh warna," inilah petikan karya penulis asal Iran Hamid Ziarati yang digunakan sebagai pembuka artikel di situs Fabrica.

Di dalam buku ini, ruang tamu memiliki dua peran. Peran pertama, tentu sebagai penggambaran keadaan kehidupan sehari-hari di Teheran. Sementara itu, ruang tamu dalam buku ini juga berperan metaforis. Buku ini membuat pembacanya mendapatkan kesempatan menemukan intepretasi berganda dari realitas di Iran.

Salah satu ruang tamu dalam buku ini merupakan potret apartemen milik Soroosh (30). Foto tersebut diambil oleh Majid Farahani. Dalam foto tersebut, tampak sebuah ruang tamu dengan sembilan kursi tamu dan sebuah meja kopi. Selain perabot tersebut, ada pula karpet bergaya khas Timur Tengah, jendela berukuran besar dengan gorden yang terkesan "berat", serta chandelier keemasan.

Tidak hanya menjadi penggambaran dekorasi interior Iran pada umumnya, "diam-diam" buku fotografi ini juga mampu menyisipkan pesan bagi pembacanya. Tidak banyak perbedaan antara ruang tamu dan kehidupan keseharian warga Iran dengan penduduk Eropa atau Amerika Serikat.

"Gambar-gambar ini, yang dipotret oleh para fotografer muda, melalui cara penuturannya sendiri, kemungkinan mampu mengubah cerita kita mengenai Iran," sebut Fabrica di situs resminya.

Buku setebal 316 halaman dengan format 20 cm x 26 cm ini menggunakan bahasa Inggris dan Italia. Buku tersebut diterbitkan dengan jumlah terbatas. Fabrica membanderol buku itu seharga 34 euro (dengan kurs per euro Rp 13.491,53, harga buku ini sekitar Rp 458.712,08)

 

Sumber: Kompas Property

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel