107 Jum'at, 06 September 2013 | 01:10:41

Ketika Pusat Belanja Disulap Jadi Museum Andy Warhol

ketika-pusat-belanja-disulap-jadi-museum-andy-warhol

Karya seni populer itu "milik" semua orang, begitu pula sosok sang seniman. Jadi, tidak salah bila tokoh-tokoh seniman seperti Andy Warhol yang sebenarnya berasal dari Amerika Serikat juga lekat di benak penduduk Portugal. Kelekatan ini tampak dalam pameran seni di salah satu pusat perbelanjaan di Lisbon, Portugal.

Tidak sembarang berpameran, studio arsitektur asal Portugal, LIKEarchitects bahkan menciptakan ruang pamernya sendiri. Mereka menggunakan ratusan kaleng cat besar untuk membangun "museum temporer" Andy Warhol di atrium Colombo Shopping Mal.

Tim LIKEarchitects tampaknya ingin menghindari kekakuan dinding putih yang biasa ada di ruang-ruang galeri. Maka itu, mereka membangun "dinding" mereka sendiri dengan menyusun kaleng-kaleng cat berukuran besar berwarna metalik polos yang memantulkan sinar matahari. Cara ini tidak hanya menarik dari segi estetis maupun inovasi. Penggunaan kaleng-kaleng cat ini seolah menegaskan ketertarikan Warhol "mengangkat" barang-barang sehari-hari sebagai obyek seni.

Penggunaan kaleng sebagai dinding tentu mengingatkan kita pada karya terkenal Warhol, Campbell's Soup Cans. Menurut pernyataan arsitek Diogo Aguiar "Campbell's Soup Cans" (Kaleng-kaleng Sup Campbell) merupakan karya seni yang sudah terkenal luas. Karya tersebut berdasarkan pada ide menyublimasi benda-benda sehari-hari tanpa melihat fungsi aslinya. Mentransformasi barang-barang tersebut menjadi ikon dari imajinasi kolektif.

"Premis dari sang seniman ini benar-benar penting sebagai konsep sebuah karya. Ketika kami memiliki ide untuk membuat museum menggunakan komponen familiar, lebih sesifik lagi, berupa kaleng silinder," kata Diogo.

"Museum temporer" tersebut berukuran 75 meter persegi dengan dimensi 15,5 meter x 12,7 meter x 3,30 meter. Pameran ini menggunakan 1.500 kaleng cat sebagai dinding. Tiga dari delapan tumpuk kaleng cat yang menjadi ruang pamer karya-karya Warhol tersebut berisi pasir untuk membuatnya stabil. Para arsitek membangunan empat ruang yang saling berhubungan dengan kaleng-kaleng tersebut. Masing-masing ruang diatur secara tematis. Dari keempat ruang yang saling berhubungan, ada pintu masuk di kedua ujung. Pengunjung dapat masuk di satu sisi dan keluar di sisi lain.

Bagi pecinta seni, terutama pecinta karya-karya Warhol di Portugal, pameran ini tentu memberi angin segar. Terlebih, pameran yang telah menarik keingintahuan 100.000 pengunjung tersebut tidak dikenakan biaya sama sekali.

Museum Andy Warhol temporer ini merupakan "ruang budaya di dalam ruang komersial". Di dalam "museum" tersebut terdapat pameran bertajuk "Andy Warhol-Icons | Psaier Artworks and the Factory". Di dalam pameran tersebut terdapat 32 karya Andy Warhol.

Interiornya didesain secara khusus membentuk ruang introspektif, dengan dinding yang tidak terputus. Selain dinding yang terbuat dari kaleng cat, pameran ini juga ditutupi dengan pelapis transparan. Pengunjung tetap bisa mendapatkan penyinaran dari sinar matahari di atrium mal.

 


Sumber: Kompas Property

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel