95 Selasa, 20 Agustus 2013 | 11:51:52

Mengintip Interior Rumah Perancang Kelas Dunia

mengintip-interior-rumah-perancang-kelas-dunia

Jika Anda menanyakan rahasia di balik kesuksesan para tokoh-tokoh dunia, bisa jadi Anda akan mendapatkan jawaban sederhana. Jawabannya, mereka melakukan apa yang suka mereka lakukan. Hal ini tampaknya berlaku juga dengan kehidupan Ralph Lauren (73), desainer internasional asal Kota New York, Amerika Serikat.

Menurut Architectural Digest, Lauren mendesain bagi dirinya sendiri bahkan sejak tahun 1960-an. Tahun tersebut merupakan masa-masa awal karir Ralph Lauren. Awalnya sungguh sederhana, dia tidak bisa menemukan dasi yang cukup lebar untuk ia pakai. Karena tidak ada yang membuatnya, maka dia buat sendiri.

Dasi, kemeja, kaus berkerah, dan benda-benda fesyen lainnya ternyata hanya awalan dari berbagai karya khas Ralph Lauren. Pada 1983, sang desainer meluncurkan Ralph Lauren Home Collection. Jika mengingat rekam jejak sang desainer, kita boleh curiga, barang-barang yang dijual semuanya merupakan kebutuhan dan visi Ralph Lauren sendiri.

"Saya mengawali segala sesuatunya dengan rasa bagaimana saya ingin hidup. Isteri saya, Ricky, dan saya berbelanja untuk apartemen dan semua perlengkapan tidur sangat feminin dan penuh mawar. Saya penasaran, mengapa saya tidak bisa mendapatkan sesuatu yang maskulin? Jadi saya ambil bahan Oxford yang kami gunakan untuk membuat kemeja, mengubahnya jadi seprai, dan menjahit kancing-kancing di sisi sarung bantal," urainya.

Dalam foto-foto yang dipublikasikan, jelas tampak bahwa tempat tinggal Ralph Lauren begitu memancarkan selera maskulinnya. Maskulin, berkelas, namun tidak selalu dirundung warna-warna kelabu.

Benda-benda koleksinya lebih bernuansa alami. Warna-warna tanah seperti coklat, terakota, serta nuansa kayu, dan emas menyemarakkan koleksi Lauren.

Kita mulai dari koleksi perabot ruang kerjanya. Ruang kerja tersebut didominasi warna coklat dan putih. Furnitur yang tersedia umumnya tampak ramping. Beberapa meja bahkan memiliki permukaan dari kaca bening yang tebal. Kuat, namun tidak mengganggu pandangan dan membuat ruang terkesan penuh.

Berbeda dari ruang kerja yang terasa "sangat Lauren", koleksi ruang tamu dan ruang keluarga lebih ramai. Berbagai corak berbentuk parsley, bunga, tartan, hingga zebra dan macan bertebaran di mana-mana. Namun, Lauren juga memiliki koleksi furnitur dengan aksen lebih sederhana, seperti sofa berwarna putih beraksen garis-garis biru.

Koleksi Ralph Lauren umumnya mengingatkan kita akan gaya hidup pedesaan Amerika Serikat. Hidup yang tidak jauh dari perkebunan dan instal kuda. Cocok bagi pecinta nuansa ekletik dan rumah pedesaan klasik Amerika Serikat.


Sumber: Kompas Property

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel