111 Rabu, 03 Juli 2013 | 04:31:51

Daur Ulang Gudang jadi Studio Lukis dan Hunian

daur-ulang-gudang-jadi-studio-lukis-dan-hunian

Arsitek asal London, Inggris, Dingle Price, sukses memperbaiki sebuah gudang di Hackney. Dari tempat yang ditinggalkan begitu saja, gudang tersebut kini menjadi terang, dan ideal sebagai studio bagi seorang pelukis sekaligus tempat tinggal keluarga pelukis tersebut. Apa yang telah dilakukan Price? Pertama-tama, ia merombak bagian interior gudang yang telah berdiri sejak zaman Victoria tersebut. Sebenarnya, sebelum Price membenahi gedung tersebut, sang seniman beserta isterinya sudah tinggal di sana selama beberapa tahun.

Selain merombak interiornya, Price juga memanfaatkan mezanin yang ada pada gedung ini dengan sebaik mungkin. Ia membagi ruang yang tersedia menjadi dua, yaitu tempat tinggal dua lantai dan studio menggambar dengan tinggi plafon ganda.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan majalah Dezeen, Price mengatakan, ide membagi ruang menjadi dua bagian yang sama besar mengarah pada konsep memasukkan rumah di dalam studio. Posisi mezanin yang sebelumnya sudah ada menentukan penggunaan ruang.

Salah satu fitur menarik dari rumah sekaligus studio ini adalah kemampuan sinar matahari masuk ke dalamnya. Jendela yang ada di atap mampu mendatangkan banyak cahaya, terutama pada siang hari. Jadi, dengan tinggi plafon berganda, serta akses sinar matahari, sang pelukis pemilik rumah ini dapat bekerja dengan nyaman.

 


Sumber: Kompas Property.

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel