108 Rabu, 17 Juli 2013 | 02:45:49

Mebel Pedesaan yang Telah Mendunia

mebel-pedesaan-yang-telah-mendunia

Keterbatasan suplai akar kayu jati yang telah berumur puluhan tahun membuat pengrajin mebel gembol akar jati di Tulungagung, Jawa Timur, kesulitan memperoleh bahan baku untuk dijadikan mebel antik. Bahkan, saat ini pengrajin kebingungan memenuhi pesanan mebel dari sejumlah negara di benua Eropa, Amerika, dan Asia. Salah satu dari sekian banyak perajin mebel gembol akar jati di Tulungangung adalah Muhhamad Ali. Pekerjaannya adalah menyulap akar jati yang sedianya untuk kayu bakar menjadi berbagai macam mebel, rak susun, dan hiasan dinding.

"Pengrajin mebel akar jati, meski saat ini kesulitan memperoleh bahan baku, namun hasil karyanya banyak diminati warga mancanegara, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Belanda, Korea, dan Malaysia," kata Ali, saat ditemui di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur.

Bahan baku gembol akar jati didapat dari penduduk desa di Trenggalek, Nganjuk dan Tulungagung, seharga Rp100 ribu-Rp200 ribu per buah. Oleh Ali dan pengrajin lainnya akar-akar jati tersebut kemudian digergaji membentuk pola dasar meja kursi, akar jati yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun ini, kemudian dipahat, dan dihaluskan oleh dua pekerjanya. Untuk mewadahi keinginan pemesannya, mebel gembol akar jati buatan ali, tanpa proses politur, maupun vernis.

Satu set meja kursi yang terdiri dari empat unut dapat diselesaikan dalam sehari. Namun, dua bulan sekali dikirim ke negara pemesannya. "Bahkan pemesan dari Vietnam, lebih menyukai hiasan akar jati yang menyerupai arca dewa," tutur Ali.

Keunikan mebel gembol akar jati buatan Ali terletak pada proses tanpa politur. Hal ini membuatnya terlihat antik dan magis. Setiap satu set meja kursi dibanderol dengan harga mencapai Rp8 juta. Sedangkan hiasan dinding maupun hiasan ruangan Rp250 ribu hingga Rp1 juta, tergantung variasi, dan motif seninya. Dalam satu bulan omzetnya pun mencapai puluhan juta rupiah.

 


Sumber: Okezone Property.

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel