412 Sabtu, 01 November 2014 | 11:04:09

Belanja Efektif, Yuk!

belanja-efektif-yukKompas

Dengan maraknya toko-toko mabel di Indonesia, terutama di kota-kota besar, berbelanja kebutuhan untuk hunian mulai dari material bangunan, cat dinding, hingga peralatan rumah tanggapun menjadi jauh lebih mudah. IKEA Alam Sutera yang mulai beroperasi Rabu lalu (15 Oktober 2014) contohnya. Toko ini bahkan memasang papan dengan ilustrasi tentang bagaimana belanja kebutuhan hunian dengan efektif.

Ingin tahu tips belanja kebutuhan hunian dengan efektif dari IKEA? Yuk, kita simak ulasan yang telah dirangkum oleh Peluang Properti berikut ini!

1. Pilih produk, bandingkan, dan uji
Sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah produk, pastikan anda telah mencobanya terlebih dahulu di showroom. Seperti sofa dan kasur, contohnya. Cobalah untuk duduk di atasnya dan rasakan apakah matras dan bahannya sesuai dengan yang anda inginkan atau tidak.

2. Catat label pada produk
Di setiap produk yang dijual di Ikea, ada dua jenis label yang terikat pada produk tersebut, yakni yang berwarna kuning dan yang berwarna merah. Label berwarna kuning berarti anda disarankan untuk meminta bantuan pada pegawai untuk meninggalkan nama dan nomer produk saat hendak membeli, sementara label merah berarti anda dapat membawa sendiri produk tersebut ke meja kasir untuk pembayaran.
Informasi yang tertera di label tersebut selain warna dan harga antara lain noomer artikel, nomer rak, nomer bagian, dan juga nama produk. Catatlah informasi yang tertera pada label tersebut di selebaran yang telah anda ambil saat masuk ke toko.
Jangan bingung jika anda menemukan lebih dari satu label di satu produk yang sama, karena satu kesatuan produk itu sendiri dapat terdiri dari beberapa produk. Untuk kursi, misalnya. Anda akan menemukan dua label, yang satu untuk rangka kursi, dan yang satu lagi untuk dudukannya. Anda dapat dengan bebas me”mix and match” sendiri warna dan jenis kerangka dan dudukan yang anda inginkan tanpa harus terpaku pada kombinasi kesatuan produk yang tengah dipamerkan di showroom.

3. Ambil sendiri barang anda
Dengan Layanan Mandiri yang disediakan oleh IKEA di lantai dasar, anda dapat mengambil langsung barang-barang yang anda telah pilih di showroom dengan keadaan terbungkus secara rapi. Untuk mempermudah proses ini dan agar barang anda tidak tertukar dengan pembeli lainnya, periksa kembali catatan produk anda dan nomer rak serta bagiannya.

4. Langsung bawa pulang
Jika anda malas menunggu untuk pengepakan barang yang telah anda beli, anda dapat langsung pulang barang bawaan anda, pilihan lain yang disediakan adalah layanan antar barang oleh pihak IKEA, tentu saja dengan biaya tambahan. Untuk menggunakan layanan antar, anda dapat langsung menghubungi Area Layanan Pelanggan.

5. Merakit produk
Setelah anda mendapatkan barang yang anda inginkan, anda dapat merakitnya dirumah dengan panduan yang ada pada kemasan produk. Ikutilah dengan seksama dan sesuaikan dengan urutannya.

6. Pengembalian barang jika tidak puas
IKEA dapat menerima kembali barang anda dalam waktu kurang dari 30 hari setelah pembelian jika anda merasa tidak puas dengan barang yang anda beli setelah produk tersebut selesai dirakit dengan membawa serta bukti pembelian dan kemasan barangnya ke toko tempat anda membeli.

Nah, sekarang anda sudah tidak perlu bingung lagi berbelanja di toko mabel seperti IKEA. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda, selamat berbelanja untuk kebutuhan hunian anda, pembaca setia Peluang Properti!

 

Sumber: Kompas Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Artikel