302 Selasa, 14 Oktober 2014 | 05:45:08

Perbedaan Trading dan Investasi

perbedaan-trading-dan-investasibisnis indeks

Pastinya anda sudah sangat familiar dengan bermacam jenis investasi seperti bangunan, tanah, emas, bahkan investasi di dunia pasar modal. Tetapi sebagian dari anda mengkin belum dapat membedakan, apakah tengah melakuakan investasi atau lebih cenderung melakukan aktifitas trading. Apakah perbedaan dari keduanya?

Sesungguhnya barang atau produk investasi yang ditawarkan ialah sama. Yang membedakannya hanyalah jangka waktu investasi saja, berikut penjelasannya.

Trading

Kita kerap mendengar seseoarang senang melakukan kegiatan jual beli emas batangan, yang cenderung melakuan penjualan emas ketika harga naik meskipun kenaikannya tidak signifikan. Ketika harga emas turun, ia membeli emas kembali. Kegiatan yang memanfaatkan perubahan nilai tersebut bukanlah kategori investasi namum lebih ke arah trading. Trading juga terjadi pada pasar sekunder obilgasi maupun di pasar saham.

Ada kelompok yang kerap melakukan kegiatan trading tersebut biasanya ramai terjadi ketika pasar fluktiatif. Ciri utama dari trading ialah aktivitas transaksi dilakukan dalam jangka waktu yg relative singkat, maksimal 1 bulan paska saham dibeli.

Investasi

Seorang investor umumnya akan menyimpan saham yang dibelinya untuk kurun waktu lebih dari satu tahun.

Seorang investor juga berpeluang meraih deviden atas saham tersebut. sebab untuk jangka panjang umumnya investor sangat memperhatikan sebab-sebab yang berpengaruh pada saham tersebut dengan cermat.

Prinsipnya ialah buy and holds. Strateginya ialah memilih serta membeli saham emiten yang sehat dan umumnya investor tidak terlalu konsen tehadap perubahan harga, selama emiten masih berfungsi baik dan rutin membagijan dividen. Investor biasanya mulai memasarkan saat saham sudah memperlihatkan kemunduran atau target investasinya sudah tercapai.

Itulah perbedaan dari trading dan investasi. Hal tersebut dibutuhkan dalam menentukan saham yang tepat tujuan. Investor akan menentukan saham yang fundamentalnya baik, walaupun pada saat itu mungkin nilai sahamnya merosot. Investor tidak akan panic ketika fluktuatif harga berlangsung. Sebaliknya trader kelak memilih saham yang jelas sedang naik agar dapat dijual sebelum masa harga saham anjlok.

Sumber : jawaban  

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Artikel