488 Jum'at, 26 September 2014 | 05:59:58

Berinvestasi Emas Ala Ibu Rumah Tangga

berinvestasi-emas-ala-ibu-rumah-tanggabisnis news viva

Untuk Nining (52) emas adalah benda yang sangat berharga. Tidak heran bila ibu tiga anak ini jadi penyuka logam mulia. Sebab itu, Nining menjadikan logam mulia sebagai investasi.

Nining berinvestasi emas sudah cukup lama. Caranya, mengkoleksi berbagai bentuk perhiasan emas seperti kalung, liontin, cincin, anting, gelang dan lainnya. “Memiliki emas tidak akan rugi,” ucap Nining, mengawali pembicaraan ini.

Nining mengakui bahwa dirinya lebih memilih berinvestasi logam mulia secara fisik. Aasannya, bila ia ada kebutuhan mendadak, ia dapat memanfaatkan emas-emas tersebut. “Entah saya jual atau saya gadai,” ucapnya.

Tidak hanya itu, menurut investor emas yang berasal dari Bandung ini, berinvestasi emas fisik jauh lebih aman. Dasarnya, harga emas tidak akan turun secara drastis, “Akan tetapi, cenderung stabil,” ungkapnya.

Agar mempunyai bermacam jenis perhiasan emas sebagai investasi, ternyata ibu rumah tangga ini punya cara yang unik. Diungkapkan, pada mulanya dia membeli satu jenis perhiasan emas, kemudian perhiasan tersebut ia gadaikan. Hasilnya dia belikan perhiasan jenis lain.

Emas yang dibelinya menggunakan uang hasil gadai itu kembali ia gadaikan lagi. “Uangnya saya pakai untuk menebus emas, yang saya gadai waktu pertama kali,” ucapnya.

Setelah ia bisa menebus, emas yang pertama kali ia gadai, nining pun mengadaikan kembali emas tersebut. “Sebagian uang dari gadai emas, saya belikan emas lagi. Sisa uang yang ada, saya kumpulkan untuk membayar cicilan pegadaian,” Nining menjelaskan.

Terbukti, gagasan Nining tersebut cukup mujarab dalam mengkoleksi perhiasan emas. Manfaatnya pun acap kali Nining rasakan. Menurut Nining, ketika memerlukan dana untuk membiayain anak-anaknya, dia dapat menggadaikan emas tersebut.

Berbeda dengan Asri, Wanita berumur 38 tahun yang juga berinvestasi emas. Akan tetapi tidak dalam bentuk emas secara fisik, melainkan berupa saham emas. “Betul saya berinvestasi emas dalam bentuk saham,” ucap warga desa Cinunuk, Bandung.

Asri berpendapat, investasi emas dalam bentuk saham jauh lebih efisien. Setiap bulannya ia selalu mendapatkan dividen.”Angka dividen tergantung pada harga emas dunia. Jika sedang naik, ya didivennya besar. Namun jika turun, itu merupakan resiko. Tapi setidaknya ada tambahan pada tiap bulannya,” jelas Asri yang telah memiliki 8 lot saham emas.

Keuntungan lainnya yang bisa didapat, jika berinvestasi emas dalam bentuk saham ialah, investasi saham emas tersebut dapat di tarik semuanya. “Dana kita aman, Namun nilainya kembali sesuai dengan harga emas dunia. Jika saat kita beli saham pertama harganya, misalkan sekitar Rp 1 juta, kemudian saat hendak kita tarik harganya meningkat jadi Rp 1,1 juta, yang kita dapat ya Rp 1,1 juta. Begitu juga sebaliknya, jika saat kita tarik dan harga emas di posisi merosot, resikonya dana yang kita terima ikut turun,” ucap Asri, yang sudah menggeluti dunia investasi saham emas selama 2 tahun ini.

Sumber : tribun news

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Artikel