206 Jum'at, 05 September 2014 | 04:10:12

Produk Investasi Berisiko Tinggi atau Rendah?

produk-investasi-berisiko-tinggi-atau-rendahokezone

Kebutuhan untuk mengalokasikan uang tidak hanya di tabungan makin meningkat. Sebab rupanya, menabung tidak cukup untuk menjamin kebebasan finansial di masa depan. Kita juga perlu mengalokasikan penyimpanan uang pada investasi lain yang bisa memberikan hasil lebih tinggi dari tabungan. Produk investasi, baik berbentuk tabungan, deposito, reksadana, atau lainnya, mempunyai karakteristik tersendiri. Penting untuk memahami risiko dari masing-masing produk investasi untuk menentukan ke mana kita akan mengalokasikan investasi dana.

Karena, walau salah satu produk investasi mempunyai hasil yang lebih besar, tidak berarti seluruh aset yang dimiliki dialokasikan pada satu produk.

 “Untuk membagi kriteria dana mana yang sebaiknya ditabung dan dana apa yang sebaiknya diinvestasikan dengan imbal hasil yang tinggi, bisa dilihat dari jangka waktu pencapaian,” jelas Reliza A. Kodri yang merupakan perencana keuangan dari QM Financial.

Hal tersebut artinya, bila berinvestasi untuk tujuan finansial yang bersifat jangka pendek, contohnya untuk biaya liburan akhir tahun, maka produk investasi yang dipilih sebaiknya ialah produk investasi dengan risiko relatif rendah.

“Berbeda, jika tujuannya jangka panjang, seperti dana untuk anak masuk perguruan tinggi, dana untuk DP rumah, itu bisa menggunakan produk investasi yang risikonya relatif lebih tinggi ,” ucapnya.

Karena, bila jangka waktu investasi yaitu dua tahun, contohnya, lalu kita masuk ke produk yang berisiko tinggi dan cenderung fluktuatif, ini layaknya gambling. “Bisa saja kita dapat return  tinggi, tapi bisa jadi juga saat sampai dua tahun, produk tersebut mengalami lost atau nilainya turun. Akibatnya, pencapaian tujuan finansial bisa gagal.”

Sementara bila dipilih investasi jangka panjang, walau pada tahun kedua angkanya turun, ia tetap mempunyai tahun-tahun selanjutnya untuk menutupi risiko tersebut dan untuk kembali meningkatkan nilai. Misalnya, pada reksadana saham yang dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat.

 “Tapi tentunya performance produk investasi tersebut harus terus dimonitor dengan baik secara berkala.”

 

 

Sumber: tabloidnova

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel