218 Kamis, 04 September 2014 | 03:47:42

6 Aturan Sebelum Menanamkan Modal Investasi

6-aturan-sebelum-menanamkan-modal-investasigoprudential.wordpress

Baru-baru ini, banyak berkembang berbagai jenis investasi baru yang bahkan belum memiliki dasar hukum yang kuat. Menurut website resmi Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia, tugas OJK adalah mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, serta sektor IKNB (Industri Keuangan Non Bank). Dengan begitu, partisipasi seseorang dalam investasi harus dilaksanakan sangat hati-hati. Bukan hanya dalam mengenali produknya, namun juga dalam memonitor perkembangannya.

Contohnya adalah investasi sharing lahan seperti tambak, kebun Jabon atau Sengon, dan bisnis membuka cafe.

“Investasi yang demikian sebenarnya sama saja dengan bisnis, tapi investor yang menanamkan modal tidak langsung terlibat dalam bisnis tersebut. Namun perlu dipahami, bisnis termasuk investasi yang risikonya sangat tinggi. Pasalnya saat bisnis gagal, risiko kehilangan uang bisa mencapai 100 persen,” ujar Reliza A. Kodri selaku perencana keuangan dari QM Financial.

Maka, paahami dan ikuti aturan-aturan berikut sebelum menanamkan modal  dalam investasi tersebut:

1. Pastikan uang yang disimpan adalah uang yang "siap" hilang. Jangan memakai dana darurat, dana pensiun, dana sekolah anak, atau dana yang akan dipakai dalam beberapa tahun ke depan karena risiko rugi selalu ada dan tidak mungkin dihindari.

2. Untuk meminimalkan kerugian, buatlah rencana bisnis yang baik dan pahami risiko yang bisa membuat usaha itu rugi sehingga dapat diantisipasi terlebih dulu.

3. Cek return, jika Anda dijanjikan dengan angka yang tidak realistis atau terlalu tinggi,  jangan mudah tergiur. Justru Anda perlu memeriksanya kembali.

4. Setiap investasi akan beresiko. Jadi cari tahu terlebih dahulu profil perusahaan atau orang yang menawarkan sharing bisnis. Tanyakan letak kantornya, minta foto tanda pengenalnya, dan jaminan. Usai memastikan orangnya jujur, perlu dimonitor apakah ia bertanggung jawab dan berkomitmen baik.

5. Investasi berbasis kepercayaan dan kerja sama memerlukan ketegasan dari Anda. Karena, belum ada peraturannya, sehingga Anda yang harus teliti menelaah ketentuan yang disepakati bersama.

6. Mintalah catatan laporan keuangan atau pertumbuhan usaha.

 

 

Sumber: tabloidnova

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel