272 Senin, 21 Juli 2014 | 02:06:42

Cara Cermat Mengatur THR

cara-cermat-mengatur-thrkalbar.kemenag

Hari Raya Lebaran akan datang satu pekan lagi. Saat ini, para pekerja pasti telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Karena THR para pekerja harus dibagikan maksimal H-7 sebelum Lebaran sesuai Surat Edaran Pemerintah Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bagi sebagian orang, THR dianggap sebagai bonus padahal sesungguhnya THR bukanlah bonus yang bebas dipakai untuk apapun. Mike Rini sebagai Perencana keuangan dari MRE Finacial & Besiness Advisory mengatakan bahwa uang THR harus dipakai sesuai dengan namanya.

"Kalau Tunjangan Hari Raya harusnya digunakan untuk keperluan hari raya," ungkapnya kepada Liputan6.com, Senin (21/7/2014).

Chief Financial Officer (CEO) QM Financial, Ligwina Hananto juga menyatakan hal yang sama. "THR bukan untuk kebutuhan konsumtif, karena sebagian besar alokasi THR justru bukan untuk berbelanja dan bersenang-senang," ujarnya.

Lalu, bagaimana cara mengelola THR yang baik? Berikut penuturan Mike Rini dan Ligwina Hananto kepada Liputan6.com:

1. Gunakan THR untuk memberi THR

Karena kesibukannya bekerja kantoran, sebagian orang mempunyai asisten rumah tangga di rumahnya. Ligwina menganjurkan, ada baiknya THR disisihkan dahulu untuk mereka. 

"Harus ada THR buat para pekerja di rumah, guru les anak dan beberapa orang lain yang selama ini telah membantu kita," tuturnya.

2. Zakat dan sedekah

Zakat Fitrah adalah kewajiban bagi kaum Muslimin tanpa membedakan antara laki-laki dengan perempuan, orang kaya dengan miskin dan antara orang kota atau orang desa.

"Saat Idul Fitri, selain zakat fitrah, ada beberapa zakat lainnya seperti zakat maal dan zakat profesi. Itu harus diutamakan ketika mendapat THR," pungkas Mike Rini.

3. Keperluan mudik

Bagi yang mudik, alokasikan juga dana untuk keperluan mudik. Hal yang perlu dihitung adalah ongkos bahan bakar jika menggunakan kendaraan pribadi dan biaya untuk makan di jalan.

Bagi yang  menggunakan alat transportasi umum, ongkos yang perlu disiapkan adalah tiket untuk mudik dan balik.

4. Open house, kiriman, hadiah

Selain itu, sisihkan dana THR untuk membeli keperluan open house seperti makanan ringan dan minuman. Dan jangan lupa, guna menjaga hubungan dengan rekan kerja atau sahabat lama, sisihkan dana untuk membeli parsel atau hadiah.

5. Dana tak terduga

Terakhir sebaiknya menyisihkan dana THR untuk keperluan tak terduga. "Besarnya kurang lebih 10 persen hingga 15 persen dari total THR yang didapat," jelas Mike Rini.

Ligwina menyatakan bahwa dana THR tidak digunakan untuk pola konsumtif, karena sebagian besar alokasi THR justru diprioritaskan untuk orang lain.

"Dengan THR terbatas, jika mengurutkan prioritas seperti di atas, maka biasanya sampai poin 3 juga sudah habis," kata Ligwina.

 

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel