215 Sabtu, 05 Juli 2014 | 09:51:23

Investasi Untuk Biaya Pernikahan

investasi-untuk-biaya-pernikahanTumblr

Rasanya, di jaman sekarang, untuk menikah bekal cinta saja tidak cukup, prinsip apalagi. Karena banyak di luar dua hal tersebut yang sudah harus dipikirkan matang-matang, terutama biaya. Sebagian pasangan siap menikah telah menyiapkan dana pesta pernikahannya dengan menabung dari jauh-jauh hari.

Namun, Lisa Soemarto, Financial Planner Indonesia sama sekali tidak menyarankan menabung sebagai cara untuk membiayai pernikahan. Menurutnya, menabung tidak dapat menghasilkan apapun jika dilakukan dalam waktu jangka panjang. Mengapa begitu?

Lisa menjelaskan bahwa biaya pernikahan setiap tahunnya tentu akan mengalami kenaikan. Contohnya, jika anda mulai mengumpulkan dana pernikahan tahun ini dan berencana naik ke pelaminan tiga tahun mendatang, pastinya dana yang harus anda kumpulkan akan terus bertambah. Pasalnya, haga pernikahan tahun ini tidak dapat disamakan dengan harga pernikahan tiga tahun mendatang karena pasti akan terjadi inflasi.

"Yang jelas, ini tidak dapat disebut tabungan dalam perencanaan keuangan karena tdiak akan cukup jika hanya satu tahun. Kita juga harus memperhitungkan gedung dan makanan yang harganya sudah akan naik berapa kali lipat karena ada inflasi. Anda sudah susah-susah mengumpulkan uang, namun tiga tahun kemudian tetap gagal untuk menikah karena harganya sudah naik menjadi Rp. 150 juta, mungkin. Akhirnya anda hanya memiliki uang Rp. 50 juta. Itu kalau tabungan, maka dari itu saya berpendapat bahwa tabungan itu tidak menghasilkan apa-apa," jelasnya.

Salah satu pemilik kafe Steakology ini pun berbagi solusi. Lebih baik anda mengalokasikan dana pernikahan anda ke investasi daripada menabung. Produk investasinya juga tergantung jangka waktu kapan dana tersebut akan digunakan. Jika anda berencana untuk menikah kurang dari tiga tahun lagi, pilihlah emas sebagai investasi. Emas memiliki risiko yang lebih rendah daripada produk investasi lainnya.

Semakin pendek jangka waktu investasi, semakin tinggi risikonya karena harga barang yang sifatnya fluktuatif atau tidak tetap. Hal ini jelas mempengaruhi investasi. Produk emas fluktuatifnya tidak terlalu besar dibandingkan jenis investasi lainnya seperti reksadana. Jika anda berencana menikah lima tahun mendatang atau lebih, anda dapat memilih reksadana sebagai investasi jangka panjang.

"Jika di atas 5 tahun sebaiknya pilih reksadana agar hasilnya maksimal, karena semakin panjang jangka waktu investasi, semakin rendah risikonya dan semakin besar hasilnya," imbuh Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu.

Untuk memulai reksadana, nominalnya tergantung kebutuhan masing-masing investor. Lisa juga menyarankan, sebaiknya investasi ini disiapkan oleh diri sendiri, jangan bergantung pada pasangan. Investasi hanya mementingkan jangka waktu, dan bukan gender ataupun tujuan. Jadi saat anda akan berinvestasi untuk menikah, pikirkan kapan perkiraan waktu menikah karena hal itu juga menentukan produk investasinya.

"Investasi mengenal jangka waktu. Kalau jangka waktunya berbeda, produknya berbeda, kalau tujuannya beda, baik itu dana menikah, pendidikan, pensiun, liburan, produknya akan tetap sama. Jadi semua tergantung jangka waktunya," tutupnya.

 

Sumber: Wollipop

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel