146 Selasa, 01 Juli 2014 | 01:23:04

Investasi Properti: Land Banking

investasi-properti-land-bankingTumblr

Land banking bukan merupakan sarana investasi baru di bisnis properti, terutama di negara-negara maju. Akhir-akhir ini, bisnis land banking mulai menjamur karena keadaan ekonomi di luar negeri sedang melemah, termasuk karena menurunnya angka industri perumahan. Hal inilah yang akhirnya memaksa para investor untuk beralih ke investasi lain. Salah satunya adalah dengan land banking.

Biasanya, para investor akan membeli tanah dengan jumlah besar dengan harga yang cukup murah. Kemudian tanah tersebut akan dibagi-bagi menjadi petakan-petakan kecil yang akan dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi, tergantung lokasi dan peruntukkan tanah tersebut. Syarat-syarat agar lahan dapat diperjualbelikan untuk memberi keuntungan yaitu:

 

1. Tanah dapa digunakan

2. Supplai air mencukupi

3. Mudah dijangkau dengan kendaraan

4. Kesiapan fasilitas umum untuk perkembangan lingkungan

5. Dekat dengan fasilitas pendidikan

6. Dekat dengan area komersial yang sedang berkembang

7. Terdapat industrialisasi dan perencanaan yang matang

8. Terdapat pembangunan untuk komersial dan residensial

9. Data menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan populasi yang sehat

10. Bisa dicek master plan untuk jalan, aliran pembuangan air, listrik dan gas

 

Kita dapat melihat dari sejarah Amerika bahwa beberapa orang mencapai title nya sebagai self-made billionaire karena terjun ke bisnis land banking. Yang termasuk diantaranya adalah Donald Trump dan Bob Hope. Setelah masalah financial yang dialaminya di tahun 1990, Donald Trump tetap bersemangat untuk menjalankan bisnis investasinya dengan tanah yang kosong yang ia miliki di sepanjang Hudson River. Lahan seluas 100 acre itu berlokasi di sepanjang jalan 59th sampai 72nd, West Side Rail yards, Manhattan. Setelah tanah tersebut dibangun, lokasi tersebut disebut Trump Place. Sedangkan Bob Hope, aktor terkenal Amerika, terkenal karena menyimpan kekayaan yang luar biasa bahkan setelah ia meninggal dunia. Kekayaannya tersebut berbentuk tanah yang sangat luas di daerah California Selatan, yang dibelinya pada saat masih berupa lahan kosong bersemak. Setelah ia meninggal, tanah seluas rubuan acre ini bernilai  ratusan juta dollar Amerika, bahkan disebut-sebut dapat mencapai 1 miliar dollar Amerika.

Untuk investor kecil yang tidak bisa membeli tanah dalam jumlah besar, kadang kala mereka harus membeli tanah jenis ini dari invertor besar. Ada tolak ukur yang dibutuhkan untuk bisa mendeteksi bahwa tanah tersebut akan bertambah nilainya dalam periode tertentu. Tolak ukurnya tersebut dapat dilihat dari hal-hal berikut:

 

1. Perubahan fungsi tanah yang diperbolehkan oleh pemerintah, misalnya dari penggunaan untuk agrikultural ke industrial

2. Kapasitas zone density ditingkatkan, seperti izin untuk membangun satu rumah di atas satu acre tanah menjadi tiga sampai empat rumah per acre

3. Jalan beraspal dan atau fasilitas umum lainnya yang mulai bergerak mendekati tanah tersebut

4. Pengumuman pembangunan proyek baru dan besar akan dilakukan di dekat tanah tersebut

5. Penambahan populasi meningkat yang otomatis meningkatkan permintaan atas tanah dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai tanah

 

Sumber: Vibiz News

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel