153 Jum'at, 27 Juni 2014 | 01:20:10

Menjadi Konsumen yang Berani dan Cermat

menjadi-konsumen-yang-berani-dan-cermatThe Guardian

Konsumen properti Indonesia masih jauh dari makna terlindungi, walaupun sudah memiliki UU Perlindungan Konsumen yang disahkan oleh pemerintah. Buktinya, pengaduan-pengaduan yang muncul seputar transaksi justru makin marak beredar di surat kabar maupun dunia maya. Tidak terbatas hanya pada masalah-masalah tata ruang, keluhan juga diarahkan pada spesifikasi rumah yang tidak sesuai janji, penyerahan rumah yang tidak sesuai jadwal, dan juga dokumennya yang terlambat.


Tanpa sungkan developer memasarkan rumah di lokasi yang dilalui jaringan infrastruktur seperti pipa gas dan jalan tol. Pemerintah daerah pun tanpa rasa bersalah menerbitkan IMB-nya. Akibatnya, ketika infrastruktur itu dibangun, ratusan rumah di perumahan yang dilaluinya tergusur.


Karena itulah konsumen harus lebih teliti dalam mencermati master plan perumahan yang akan dibeli untuk memastikan rumahnya tidak tergusur proyek infrastruktur di masa yang akan datang, paling tidak sampai masa berlakunya sertfikat HGB-nya habis. Walaupun begitu, faktor-faktor yang lain seperti keabsahan legalitas, klausul dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), dan kepastian serah terima rumah dan dokumennya juga harus diperhatikan.


Itulah kenapa survei langsung ke lokasi sebelum membeli sebuah hunian wajib dilakukan. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi lengkap mengenai rumah yang akan anda beli. Jika anda ragu dengan kredibilitas pengembangnya, konsultasikan hal ini dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi.

Tata kota
Jika anda masih kurang yakin apakah pengembang kawasan perumahan anda telah memberikan informasi yang jujur, anda dapat mendatangi bagian tata kota daerah anda. Tanyakan langsung apakah lokasi rumah  berada di tengah-tengah jalur pembangunan proyek pemerintah.


Lakukan juga survei lokasi saat rumah sedang dibangun agar anda dapat melihat langsung bahan-bahan material yang digunakan serta progressnya. Dari sini anda dapat menilai apakah rumah anda memiliki spesifikasi yang telah dijanjikan dan akan selesai pada waktu yang telah dijanjikan. Bila ada indikasi pengembang melenceng dari janji, anda dapat langsung member peringatan.


Agar lebih aman lagi, ada baiknya untuk membeli hunian menggunakan fasilitas KPR, mengingat bank biasanya baru dapat mengucurkan kredit bila sudah yakin betul pengembang akan membangun rumah yang dipasarkan. Bank juga dapat mengecek langsung tata letak rumah anda apakah akan terkena gusur proyek infrastruktur pemerintah atau tidak. Karena jika iya, bank tidak akan mau membiayai rumah dengan kondisi seperti itu.
Begitu juga dengan klausuk dalam PPJB yang dibuat oleh pengembang, jangan langsung anda tanda tangani. Pelajari betul pasal-pasal yang tertera dan jangan ragu untuk menanyakan pasal-pasal yang terlihat merugikan atau meragukan. Jika memang perlu, mintalah pihak pengembang untuk mengubahnya. Jadilah konsumen yang cerdas. Teliti secara cermat dan seksama semua yang berkaitan dengan rumah yang diminati.


Sumber: Housing Estate

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel