303 Rabu, 25 Juni 2014 | 11:01:31

Investasi Reksadana VS Properti

investasi-reksadana-vs-propertiBusiness Finances Specialist

Untuk sebagian besar orang, hidup sekedar dari penghasilan bulanan saja kini sudah tidak cukup lagi, hal ini merupakan salah satu faktor pendukung dari maraknya jumlah penduduk yang akhirnya memilih untuk berinvestasi demi kesejahteraan keluarga dan kepastian di hari tua yang terjaga. Namun, sudahkah terpikir oleh anda, jenis investasi apa yang tepat dan cocok?

Aidil Akbar, Chairman IARFC Indonesia dan Senior Financial Advisor membandingkan dua jenis investasi yang paling banyak diincar masyarakat, yaitu investasi reksadana dan investasi properti.

"Tidak hanya jenis investasi yang paling simpel, reksadana juga merupakan salah satu pilihan investasi yang lebih layak, dan lebih cepat. Tapi pastinya di masa yang akan dating, tidak hanya berhenti di investasi, tapi kita juga akan mengharapkan adanya balik modal (return), atau bahkan pengembalian yang jumlahnya berlipat ganda (return income). Nah, yang itu hanya bisa didapatkan dari investasi properti," ungkapnya dalam acara seminar finansial yang diselenggarakan Sinarmas Land, Jakarta, Senin lalu.

Aidilpun berbagi sedikit pengalamannya dalam investasi properti di dalam seminar. Dia mengaku bahwa investasi propertinya dimulai dengan mengumpulkan modal dari investasi reksadana. Karena itu, kedua investasi ini harus saling mengisi. Sebagai perencana keuangan, Aidil menyarankan kliennya untuk memiliki dua jens investasi ini, agar jika hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat diduga terjadi, investor masih memiliki jalan keluar.

Dia pun melanjutkan, "Saya mengawali permainan properti saya dengan investasi reksadana terlebih dahulu. Baru ketika dananya sudah terkumpul, sebagian dipakai buat uang muka, dan sebagian lainnya dilarikan ke properti. Saya hanya pegang 30 persen investasi properti karena masalah likuiditas. Karena, kalau dari financial planner musti ada emergency fund, dana likuid, dan itu ada rasio yang disebut dengan liquid asset to total asset ratio. Harus ada rasio tertentu yang kita pegang dalam investasi kita."

Aidil menyimpulkan bahwa dari kedua investasi, tidak ada yang lebih unggul. Keduanya, atau bahkan semua jenis investasi sebenarnya bersifat saling melengkapi. Namun begitu, dia tidak menepis kenyataan bahwa investasi properti bisa sangat menjanjikan sebagai investasi jangka panjang. Terutama, jika investasi properti tersebut dilakukan di lokasi yang tepat.

"Tapi dalam jangka panjang memang di beberapa lokasi tertentu, investasi properti menjanjikan. Bahkan, tiga sampai lima tahun terakhir ini bukan naik lagi, tapi meledak. Saya ngalamin sendiri," tutupnya.

 

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel