171 Jum'at, 06 Juni 2014 | 02:02:42

Tips Keuangan untuk Anda yang Single

tips-keuangan-untuk-anda-yang-singleTumblr

Sering mendapati dompet anda kosong sebelum habis bulan? Aduh, jangan biarkan ini terjadi! Apalagi jika anda masih lajang dengan sumber penghasilan yang lumayan besari. Status single memang asik karena anda tidak mempunyai pengeluaran khusus karena belum punya tanggungan. Tapi bukan berarti anda bisa menerapkan arti “kebebasan” ini di dalam perencanaan keuangan anda juga!

Karir yang terus berkembang juga harus tetap didukung dengan kemampuan dan perencanaan finansial yang matang. Karena percuma saja kan, mempunyai karir yang cemerlang tetapi anda masih harus mengalami masalah keuangan setiap bulannya? Simak 6 tips dari kami berikut ini!

1. Cek kemampuan finansial Anda
Tidak perlu repot-repot untuk langsung mencari financial planner. Semuanya dapat dimulai dari diri anda sendiri. Jika anda sudah memulai untuk pencatat keuangan anda atau malah belum memulai sama sekali, mulailah dengan segera. Amati pengeluaran dan pemasukkan anda setiap bulannya dan selidiki apa yang menjadi pengeluaran tak terkendali.
Kebanyakan lajang jaman sekarang terjebak pada gaya hidup yang konsumtif, dengan pembelian perangkat elektronik (gadget) dengan budget yang tinggi, biaya makan di restoran mahal setiap akhir pekan, jangan kaget jika pengeluaran anda juga jadi berlimpah. Kurangilah atau ubah gaya hidup anda. Jika anda hendak melakukan pembelian dengan harga yang tinggi, pikirkan dulu matang-matang sebelum memutuskan untuk membelinya.

Sesudah pemeriksaan selesai, buatlah alokasi dana yang jelas dan ketat, contohnya:
- 50 % untuk kebutuhan harian (transportasi dan makan)
- 15 % untuk hiburan dan pengembangan diri (hang out atau buku)
- 15 % untuk pengelolaan hutang jika ada dan sumbangan jika perlu
- 10 % untuk dana darurat (tak terduga)
- 10 % untuk tabungan
Sesuaikan presentase dengan kemampuan anda dan jalani dengan benar.

2. Pikirkan Lagi Tujuan Jangka Panjang
Mungkin anda lupa denga rencana jangka panjang anda karena kesibukan anda di kantor seringkali menyita pikiran anda. Saatnya anda ingat kembali rencana anda untuk menikah, impian membeli rumah, jalan keluar negeri, atau mempunyai usaha sampingan.
Pikirkan kembali secara matang-matang semua rencana yang anda miliki. Berapa lama lagi? Sejauh mana upaya anda? Kedua pertanyaan ini akan membantu anda untuk menganalisa tinjauan anda tersebut. Tulis kembali tujuan dan rencana anda dengan strategi baru, jika sudah terlanjur berantakan, segera ubah strategi keuangan anda dan target waktu anda sehingga anda memiliki semangat untuk keberhasilan rencana-rencana anda tersebut.
Go with the flow memang istilah yang sangat mudah diterapkan di dalam kehidupan, tapi anda harus tau kemana hidup anda akan mengalir. Selalu ingat tujuan jangka panjang anda agar anda dapat mengontrol bagaimana anda harus mencapainya.

3. Kontrol Hutang Sebelum Hutang Mengontrol Anda
Cobalah untuk berhenti menambah hutang baru dan mulailah mencicil hutang ama anda. Minimalisir penggunaan kartu kredit dan biasakan diri anda untuk membayar dengan tunai atau debit. Tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit dapat menambah daftar hutang yang tidak perlu yang siap menggunung bila tidak dilunasi tepat waktu.
Catatlah hutang-hutang anda didalam daftar khusus. Untuk cicilan tetap seperti kredit kendaraan, lengkapi juga besar nilai dan jangka waktu yang tersisa untuk pelunasan. Hindari denda dan bunga karena tunggakan yang tidak kunjung dibayar. Jika anda mendapatkan bonus tahunan atau komisi dari kantor anda, segera ajukan pelunasan sebagian hutang anda. Gunakan dua sumber dana ini untuk mempercepat pelunasan hutang anda.

4. Revitalisasi Tabungan
Apakah jumlah saldo tabungan anda tidak pernah bertambah, atau anda justru mendapati diri anda sangat sulit untuk menabung? Apapun jawabannya, segeralah lakukan revitalisasi tabungan.
Biasakan diri anda untuk menabung berapa rupiahpun setiap bulannya. Walaupun hutang anda masih menumpuk, kebiasaan menabung ini akan membuat anda disiplin dalam keuangan. Salah satu cara lain untuk menambah dana tabungan anda adalah dengan cara mengurangi anggaran belanja anda. Teknisnya, sisihkan 10% dari setiap penghasilan untuk tabungan anda.
Menabunglah dengan dua tujuan. Tujuan pertama adalah untuk dana darurat, yang nilainya minimal sekitar 6 bulan penghasilan bulanan. Fungsi dana darurat ini adalah untuk berjaga-jaga kalau anda harus berhenti bekerja untuk suatu alasan. 6 bulan gaji adalah dana yang cukup untuk mencukupi kehidupan harian anda sampai anda mendapatkan pekerjaan baru. Tujuan kedua adalah untuk mencapai tujuan jangka panjang anda.
Jika keuangan anda mulai membaik, mulai berpikir untuk menginvestasikan dana tabungan anda. Entah itu reksa dana, valuta asing, tanah, atau emas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan keadaan anda.

5. Lindungi Sumber Dana Anda
Sumber dana anda sekarang adalah diri anda sendiri. Anda perlu fisik yang sehat untuk tetap bekerja dengan optimal untuk menghasilkan uang. Jika kendaraan dan rumah anda telah diasuransikan dari risiko kerugian, apakah anda telah mengasuransikan diri anda sendiri sebagai sumber penghasilan utama kehidupan anda?
Proteksi keuangan anda harus mencakup risiko tak terduga dan tujuan jangka panjang anda, yang antara lain seperti penyakit kritis atau kecelakaan yang membuat anda harus pension dini. Risiko lain yang tidak kalah gawat adalah kematian. Dalam tujuan jangka panjang, program jaminan pensiun sudah harus dimulai sedini mungkin.

6. Manfaatkan Sumber Dana Lain
Jika sumber dana tetap anda adalah gaji bulanan anda, sumber dana lain anda bisa berupa komisi dan bonus tahunan. Ada dua strategi yang dapat digunakan untuk langkah ini. Pertama adalah dengan memanfaatkan lain dari diri anda sendiri, apakah anda mempunyai kelebihan di bidang menulis, melukis, atau desain grafis? Selain jadi sumber dana tambahan, waktu luang anda dapat diisi dengan hal-hal positif. Dengan begitu, waktu anda untuk hang out mewah akan tergantikan.
Langkah kedua adalah dengan melihat kembali barang-barang yang anda miliki dan jarang anda gunakan. Contohnya seperti perangkat elektronik. Seringkali anda tergoda untuk membeli gadget baru dengan fungsi yang sebenarnya tidak jauh beda dari gadget yang lama. Jual saja perangkat yang lainnya.

Selamat mencoba!

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel