93 Kamis, 05 Juni 2014 | 11:08:59

Resep Jitu Atur Keuangan

resep-jitu-atur-keuangan

Bahan pembicaraan mengenai keuangan seakan tidak ada habisnya. Penanganan keuangan yang tepat tentulah dapat menjamin masa depan sesorang. Umumnya yang mengatur keuangan setelah menikah adalah sang istri. Tentu saja ini bukan perkara yang mudah. Apalagi kaum hawa terkenal dengan kebiasaan belanjanya. Berikut hal yang harus diperhatikan para istri dalam mengatur keuangan keluarga.

Pengeluaran wajib dan fleksibel
Persentase untuk pengeluaran ini disarankan jangan melebihi 50% dari pendapatan bulanan. Pengelauaran wajib merupakan pengeluaran yang wajib dibayarakan setiap bulan. Cicilan rumah, asuransi, pajak, biaya listrik, dan air merupakan contoh dari pengeluaran wajib. Sedangkan pengeluaran fleksibel merupakan pengeluaran yang bisa diatur oleh diri sendiri.  Tagihan kartu kredit, tagihan biaya telepon, biaya transportasi, makan, sekolah anak, dan bantuan keuangan untuk orangtua termasuk contoh dari pengeluaran fleksibel.

Tabungan dan investasi
Disarankan untuk menyisihkan 30% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi. Lakukan ini di awal bulan saat baru menerima gajian, bukan di akhir bulan yang menrupakan sisa dari gaji di bulan tersebut.

Kebutuhan "Hura-hura"
Kebutuhan hura-hura juga harus dipersiapkan dananya. Sebesar 20% dari total pendapatan harus disisihkan untuk kebutuhan ini. Jalan-jalan dan belanja baju, merupakan contoh dari kebutuhan "hura-hura".

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel