116 Selasa, 13 Mei 2014 | 03:20:01

Kenali Tanda Anda Berutang!

kenali-tanda-anda-berutang

Hutang merupakan pedang bermata dua. Banyak alasan yang melatarbelakangi orang berutang. Salah satunya adalah kebutuhan serta gaya hidup. Sumber hutang yang paling mudah didapatkan yaitu dari kartu kredit. Sayangnya tidak semua orang mau mengakui bahwa mereka sedang terlilit hutang. Ada beberapa tanda yang mengindikasikan orang tersebut mempunyai hutang. Simak ulasannya.

Pembayaran
Orang yang berutang cenderung membayar sebesar minimum tagihan. Seringkali mereka membayar tagihan dengan mengambil utang dari kartu kredit lain. Tabungan juga sering digunakan untuk membayar tagihan.

Penggunaan
Tujuan umum penggunaan kartu kredit adalah untuk kepraktisan. Orang yang berutang cenderung menggunakn kartu kredit untuk membeli kebutuhan pokok seperti belanja bulanan. Nominal penggunaan kartu kredit juga melebihi dari jumlah yang Anda bayarkan.

Jumlah serta Limit
Orang yang berutang cenderung mempunyai kartu kredit lebih dari satu. Selain itu kartu juga sudah hampir mendekati limitnya.

Pekerjaan tambahan
Hutang akan membuat pengeluaran lebih besar dibandingkan penghasilan. Untuk itu, orang yang berutang cenderung mencari pekerjaan tambahan demi membayar kelebihan pengeluaran tersebut.

Debt collector
Tanda yang pasti orang berutang adalah telepon dari Debt Collector. Orang tidak mungkin ditelpon Debt Collector bila tidak memiliki tunggakan.

Semoga bermanfaat!

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel