61 Senin, 17 Februari 2014 | 11:51:30

4 Jenis Investasi yang Perlu Diketahui

4-jenis-investasi-yang-perlu-diketahui

Membuat perencanaankeuangan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas investasi. Pasalnya, berinvestasi merupakan alat untuk mencapai tujuan finansial, dan bukan merupakan tujuan itu sendiri.

Nah, setiap aset investasi memiliki karakteristik potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. “Jadi jika ditanya ‘mana aset investasi yang paling baik’, maka jawabannya adalah TERGANTUNG!” ujar Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom., CFP, perencana keuangan independen dan direktur ZAP Finance.

“Tergantung seperti apa profil resiko Anda? Tergantung berapa lama lagi dananya mau dipakai? Tergantung berapa besar keuntungan yang Anda inginkan?" katanya.

Prita menjelaskan, bahwa meski saat ini produk finansial yang ditawarkan di Indonesia sangat beragam, mulai dari deposito, obligasi ritel Indonesia, reksadana, hingga unit-link, sebetulnya jenis aset investasi hanya dibagi menjadi empat. Apa saja?

Kas atau Tunai
“Meski namanya uang tunai, bukan berarti Anda bisa menempatkan uang di dalam lemari atau di bawah bantal seperti orang-orang jaman dulu. Aset investasi dalam bentuk kas umumnya ditawarkan dalam bentuk tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Potensi keuntungan yang didapat biasanya tidak lebih dari 6 persen per tahun, namun risiko investasi sangat kecil.”  tegas Prita.

Pendapatan Tetap
Aset finansial ini menurut Prita memiliki fitur memberikan pendapatan tetap bagi investornya, bisa bulanan atau tahunan.

“Umumnya ditawarkan dalam bentuk Obligasi atau surat utang, dan reksadana pendapatan tetap. Kemungkinan nilai investasi Anda akan berkembang di atas 10 persen per tahun sangatlah minim, namun jika terjadi gejolak di pasar pun nilai investasi umumnya tidak berkurang drastis.” ungkap Prita.

Saham
Ini adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. “Saya biasanya membagi saham menjadi dua, yaitu saham perusahaan terbuka dan saham perusahaan tertutup. Contoh saham perusahaan tertutup adalah jika Anda memiliki usaha waralaba, atau usaha kecil rumahan.Untuk saham perusahaan terbuka, ada pilihan saham Blue Chips yang biasanya nilai kapitalisasi pasarnya besar, dan saham lapis kedua.” papar Prita.

Aset fisik
Jenis terakhir adalah aset fisik yang umumnya berbentuk emas, batu permata, dan properti.

“Nah, potensi keuntungannya bisa cukup bervariasi, tergantung dari bentuk investasi yang kita pilih. Keunggulan utama kelas aset ini tentu saja investor memegang langsung produk investasinya.” Prita menjelaskan.

Jadi, mana kelas aset investasi yang harus menjadi pilihan Anda? Menurut Prita, tentu saja semuanya.

“Harus selalu diingat bahwa prinsip dasar berinvestasi adalah jangan pernah menempatkan seluruh dana Anda dalam satu kelas. Bentuklah suatu portfolio investasi yang terdiri dari empat kelas investasi di atas, dengan komposisi yang disesuaikan oleh profil risiko masing-masing.” tutupnya (Antono Purnomo)

Sumber : Readerdigest

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel