56 Jum'at, 17 Januari 2014 | 01:36:59

Ini Dia 5 Hal Pertimbangan dalam Investasi Properti

ini-dia-5-hal-pertimbangan-dalam-investasi-properti

Saat ini hampir setiap orang ingin miliki investasi properti. Karena tergiur keuntungan yang didapatkan. Meskipun investasi properti bukan hal yang mudah apalagi murah. Banyak orang yang memandang investasi properti lebih menarik dan lebih menguntungkan dibandingkan investasi lain seperti saham, emas dan lain-lain. Hal ini dapat dimaklumi karena hampir semua orang beranggapan bahwa tidak ada sejarahnya properti seperti tanah atau rumah turun harganya. Setiap tahun dapat dipastikan harganya akan meningkat dan terus meningkat dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Dalam ilmu real estate ada 5 hal pertimbangan dalam investasi properti. Seperti yang dikutip dalam buku Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah oleh Budi Santoso. Berikut lima hal pertimbangan dalam investasi properti.

1. Income
Merupakan pendapatan dari hasil investasi properti yang disewakan. Perhitungan sederhananya melalui persentasi nilai sewa per tahun atas nilai properti tersebut, dan pada tahun ke berapa modal investasinya akan kembali. Misalnya, nilai properti Rp100 juta akan disewakan per tahun Rp10 juta, jadi pada tahun ke-10 modalnya akan kembali.

2. Depreciation
Adalah pengalokasian biaya dari suatu aset properti yang secara akuntansi menjadi unsur biaya. Biasanya ini banyak dilakukan pada perusahaan, di mana memasukkan biaya depresiasi sebagai biaya perusahaan, sementara aset properti masih tetap mempunyai nilai ekonomis.

3. Equity build-up
Merupakan nilai saham yang dimiliki atas sebuah properti oleh investor yang meminjam dan telah menjadi amortisasi daari pinjaman pokoknya. Misalnya, ia membeli sebuah properti senilai Rp1 miliar dengan pinjaman bank Rp800 juta dan membayar uang muka Rp200 juta. Setelah mengangsur selama jangka waktu tertentu, pinjamannya tinggal Rp700 juta, dan dengan asumsi harga pasar belum naik, maka ia mendapat equity build-up senilai Rp100 juta.

4. Appreciation
Adalah peningkatan nilai suatu properti. Misalnya, sebuah properti yang dibeli pada tahun lalu seharga Rp100 juta dan tahun ini menjadi Rp120 juta, berarti telah terjadi appreciation sebesar Rp20 juta dalam setahun. Istilah lainnya yang lebih popular ialah capital gain atau disingkat gain. Inilah yang menjadi alasan utama orang untuk melakukan investasi pada properti.

5. Leverage
Merupakan penggunaan dana pinjaman guna meningkatkan keuntungan investasi properti. Untuk leverage agak sulit dijelaskan secara umum, karena harus dilihat kasus per kasus dan tidak banyak orang memperoleh leverage karena melibatkan pihak pemberi pinjaman (bank atau pihak ketiga) yang perlu memperlajari lebih rinci sebelum memberikan pinjaman.

Haryanto
Sumber : Rumah123

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel