107 Kamis, 26 Desember 2013 | 04:20:05

Berdayakan Rumah Kedua Anda

berdayakan-rumah-kedua-anda

Satu hal terpenting untuk disadari bahwa sepanjang Anda memiliki rumah kedua, maka untuk selanjutnya Anda akan memiliki pengeluaran rutin untuk biaya perawatan rumah tersebut. Seperti yang dialami Humiati, selama 10 tahun istri pensiunan dosen ITB ini menyewakan rumah keduanya. Namun, setiap tahunnya ia harus mengeluarkan biaya perawatan yang tak sedikit untuk memperbaikinya. Padahal dulu ia berharap, setelah rumah dikontrakkan semua beres, dan dia tinggal duduk manis menerima hasilnya. Ternyata setiap habis masa kontrak, ada saja bagian rumah yang rusak, bahkan hilang, sehingga ia terpaksa mengeluarkan dana ekstra untuk menggantinya. Alih-alih mendapatkan keuntungan, yang ada ia lebih sering 'nombok'.

Dalam membisniskan rumah kedua, kita perlu paham aturan mainnya. "Jika kita membeli rumah dengan tujuan investasi, sebaiknya desain rumah dibuat mengikuti selera pasar dan pemilihan lokasinya cukup strategis," Her Pramtama, arsitek dari US&P Architects, menyarankan.

Sri Hartini mungkin bisa dijadikan contoh. Sebelum memasuki masa pensiun, ibu satu anak ini sudah merencanakan betul niatnya membisniskan rumah keduanya. Pengalamannya bekerja di Unicef selama puluhan tahun memberinya ide untuk menyewakan rumahnya kepada ekspatriat. Selain mereka umumnya taat aturan yang disepakati, uang sewanya juga dibayar dalam dolar.

Beruntung dulu ia memilih lahan di daerah Cilandak, lokasi tiinggal favorit ekspatriat di Jakarta.

"Desain rumah saya buat minimalis, karena mereka umumnya lebih suka rumah tanpa sekat. Ada halaman yang cukup luas, lengkap dengan kolam renang. Yang paling penting adalah menjaga kebersihannya, karena mereka sangat peduli akan hal itu," ungkap Sri yang juga bersuamikan orang asing. Selain itu juga harus senantiasa memberikan kualitas servis yang memuaskan. "Kalau dikomplain juga harus segera ditanggapi."

Jeli melihat peluang
Merasa capek mengelola rumah kontrakan yang membuatnya tekor, Humiati harus memutar otak untuk menemukan solusi terbaik. Akhirnya ia terpikir untuk membuat semacam guest house. Alasannya, di Bandung kebutuhan akan tempat penginapan terus meningkat. Dengan sedikit renovasi di sana-sini, ia lantas menyulap rumahnya menjadi sebuah penginapan mungil tapi asri, yang diberi nama "Rumah Harum".

"Sejak dulu saya memang bercita-cita memiliki tempat penginapan kecil tapi homy. Akhirnya dua tahun lalu kesampaian juga," ujarnya.

Penginapan yang terletak di daerah Dago ini relatif tidak sulit dipasarkan. Setiap weekend pasti penuh, meskipun ia hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Ia sendiri mengaku tidak terlalu ngoyo mencari untung dari bisnis ini.

"Yang penting cukup untuk menutup biaya perawatan dan pengelolaan rumah, serta sedikit keuntungan. Dibanding saat dikontrakkan, rumah saya sekarang lebih terawat," ungkap Humi yang mengelola penginapannya sendiri. "Agar lebih bisa memonitor dan menampung keinginan tamu," katanya.

Sri juga pernah menjadikan rumahnya yang lain di bilangan Kemang, Jakarta, sebagai sebuah galeri. Awalnya rumah tersebut hanya untuk menyimpan koleksi barang-barang antik pribadinya. Tapi karena lokasinya cukup strategis untuk bisnis, maka ia pun tertarik membuka galeri. "Mau dikontrakkan atau dijadikan galeri, hasilnya sama-sama lumayan memuaskan," kata Sri yang sudah bisa membeli rumah lagi dari hasil keuntungan membisniskan kedua rumahnya itu.


Sumber : Pesona

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel