105 Kamis, 19 Desember 2013 | 11:49:52

7 Alasan 'Payah' untuk Tidak Menabung

7-alasan-payah-untuk-tidak-menabung

Selalu ada alasan untuk tidak menabung buat dana darurat, investasi hari tua dan sebagainya. Tapi hal ini akan berbuntut pada penyesalan dikemudian hari. Untuk itu hal yang pintar untuk selalu menyisihkan uang secara rutin yang nantinya bisa dipakai buat kebutuhan yang mendesak atau saat- saat sulit.

Intinya tak ada yang tahu tentang masa depan dan sebuah tindakan bijaksana buat selalu mempersiapkan diri."Menabung adalah soal pola pikir," ujar Bob Morison, Downing Street Wealth Management, sebuah perusahan yang bergerak dalam perencanaan keuangan. "Bukan masalah Anda menabung dengan jumlah minimum atau jumlah yang besar. Intinya Anda harus menabung sekian persen dari penghasilan rutin tiap bulan, serta belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan sisanya.."

Menurut Bob, berikut adalah alasan payah yang sering digunakan orang sebagai alasan tak bisa menabung.

1. Tidak ada dananya
"Orang bekerja keras setiap hari dan merasa mereka berhak untuk menikmati hasilnya," ujar Bob. Akibatnya mereka merasa ingin memiliki barang baru, mobil, atau rumah dengan lingkungan yang baik. tapi mereka tak menyadari biaya yang ditimbulkan untuk gaya hidup yang mereka pilih.

2. Menunda hingga naik gaji
"Masalah hari esok belum tentu Anda menghasilkan lebih banyak dari sekarang dan siapa yang tahu kalau biaya hidup makin tinggi dan Anda makin sulit menyisihkan uang." Menurut Bob, yang terbaik adalah latihan menabung dulu dari jumlah yang kecil. Nanti kalau sudah naik gaji Anda bisa menambah jumlah uang yang akan ditabung.

3. Sudah terlambat untuk memulai
Karena merasa sudah tua, Anda sudah merasa terlambat untuk memulai menabung. Akibatnya Anda tak berubah dengan meneruskan gaya hidup seperti sekarang. Sebenarnya tak ada batasan usia terlambat buat menabung. "Jangan berpikir tentang masa lalu. Yang perlu dikhawatirkan adalah masa depan dan tak ada kata terlambat buat berubah."

4. Biaya kuliah anak
Memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua membiayai pendidikan anaknya. Tapi perlu dingat Anda tetap harus memikirkan hari tua. Tak perlu banyak yang penting rutin.

5. Tidak melihat untungnya
Sudah menabung jumlahnya kecil, bunganya tak seberapa masih harus dipotong biaya bulanan. Ketika Anda melihat saldo tabungan pun jumlahnya kecil. "Tidak menyenangkan bila melihat bunga tabungan yang kecil. Perlu diingat  tujuan menabung bukan untuk mencari untung. Akan tetapi ketersediaan dana jika Anda sangat membutuhkan."kata Robert Schmansky, Founder dari  Clear Financial Advisors,  Bloomfield Hills.

6. Saya butuh 'gadget' terbaru
Pemikiran bahwa dengan memiliki gadget terbaru dapat memudahkan pekerjaan Anda adalah hal yang aneh. Anda harus benar-benar bertanya, apakah hal tersebut penting? Kalau ternyata ketimbang urusan pekerjaan tablet Anda lebih sering dipakai main game, itukan  hal yang konyol.

7. Sedang mencicil rumah
Membayar cicilan rumah tiap bulan memang sangat menguras gaji. Karena alasan ini Anda berhenti menabung terlebih dahulu. Pemikiran Anda menabung lewat aset mati bukan alasan Anda tak memiliki dana cair. Sebab cicilan rumah membutuhkan waktu lima hingga belasan tahun, lagipula Anda tak bisa dengan cepat menjual rumah bila membutuhkan dana berupa uang tunai dengan segera. Saat sedang mencicil rumah yang perlu Anda lakukan adalah menurunkan gaya hidup Anda bukan menghilangkan dana buat menabung.

Editor    : Hesti Pratiwi
Sumber : Female Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel