205 Kamis, 19 Desember 2013 | 11:37:22

3 Cara Utang Merusak Masa Pensiun

3-cara-utang-merusak-masa-pensiun

Bicara keuangan, utang menjadi faktor penghambat utama dari semua rencana finansial yang Anda persiapkan, termasuk rencana masa pensiun. Menurut perencana keuangan Jeff Rose, utang menghancurkan rencana pensiun Anda dengan tiga cara:

1. Utang menunda pensiun.
Jangan harap bisa merencanakan pensiun apalagi pensiun dini jika Anda masih terlilit utang. Artinya, jika masih banyak utang yang harus Anda bayarkan, bagaimana mau pensiun? Yang ada, Anda harus merivisi kembali rencana pensiun.

Untuk membayar utang butuh penghasilan rutin, artinya Anda masih harus bekerja. Semakin besar utang, Anda bahkan harus bekerja di usia saat Anda semestinya sudah pensiun.

Jika tak ingin menunda pensiun, segera kelola utang Anda. Buat perencanaan matang untuk membayar semua utang Anda, tanpa harus menunda rencana pensiun. Semakin sedikit jumlah utang yang harus dibayarkan, semakin cepat Anda bisa pensiun.

Sebaliknya, semakin lama menunda pensiun (karena masih banyak utang belum terbayar), semakin besar kemungkinan kesehatan menurun dan semakin sedikit waktu yang bisa Anda gunakan menikmati masa pensiun.

2. Utang membatasi pilihan pensiun.
Hal apa yang ingin Anda lakukan di masa pensiun, setelah bekerja keras sekian tahun dengan apa pun profesi Anda? Utang membuat semua impian masa pensiun buyar, atau setidaknya pilihannya semakin sempit. Tanpa berutang, Anda memiliki lebih banyak pilihan menikmati masa pensiun karena kesediaan dana yang Anda punya.

Ketika Anda punya utang cicilan mobil, kartu kredit, atau apa pun yang Anda dapatkan dengan berutang, Anda berkewajiban membayarnya. Padahal, uang untuk membayar utang ini bisa Anda gunakan untuk mewujudkan berbagai impian Anda di masa mendatang, entah traveling atau melakukan perjalanan ibadah misalnya.

Utang membuat pilihan finansial Anda terbatas. Anda tidak bisa hidup sesuai keinginan, membatasi atau bahkan tak bisa travel sesuka hari, bahkan kesulitan menjalani hobi. Pasalnya, uang yang Anda hasilkan dari bekerja pindah ke "kantong orang lain" yang memberikan Anda utang, ditambah lagi Anda harus membayar bunga utang.

Karenanya pastikan utang Anda sudah lunas menjelang masa pensiun, agar masih ada dana yang bisa Anda gunakan untuk menikmati hasil kerja keras Anda di waktu yang sudah Anda rencanakan nanti. Selain juga kurangi utang dan jangan pernah menambahnya lagi, perhitungkan batas waktu pelunasan agar lebih leluasa memilih kegiatan di masa pensiun nanti.

3. Utang membuat Anda tak menikmati pensiun.
Utang jelas membebani pikiran. Jika Anda tak segera merencanakan pengelolaan utang dan pelunasannya, hanya beban pikiran yang tersisa dan menghantui selama masa pensiun. Anda punya uang namun masih harus berkewajiban membayar semua utang.

Jika Anda memutuskan pensiun sebelum melunasi utang, Anda pun akan merasa terjebak dan cemas dengan masa depan. Persoalan semacam ini bisa memicu kecemasan dan gangguan kesehatan. Kesehatan menurun sama dengan peningkatan biaya. Kondisi keuangan pun lebih parah jadinya.

Jika semua hal ini terjadi, dampaknya semakin luas termasuk mengganggu hubungan berpasangan. Masa pensiun yang semestinya menyenangkan, menikmati waktu luang dengan sehat dan bahagia bersama pasangan, dengan kondisi keuangan stabil dan terkontrol, tak didapat karena banyak utang yang terkumpul selama Anda masih bekerja dan produktif.


Penulis   : Wardah Fazriyati
Editor     : Wawa
Sumber  : Female Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel