1 Kamis, 05 Desember 2013 | 10:30:13

Syarat Ketentuan Asuransi Perlindungan Pembelian

syarat-ketentuan-asuransi-perlindungan-pembelian

Asuransi perlindungan pembelian (purchase protection) memiliki beberapa ketentuan atau kondisi yang mungkin perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. Memang semua produk (barang) yang kita beli secara otomatis digaransi oleh jenis asuransi seperti ini, namun dalam praktek pelaksanaannya memerlukan beberapa kebijakan yang sudah diatur dan ditentukan oleh masing-masing bank sebagai card issuer. Anda diwajibkan untuk menanyakannya dengan jelas agar mengetahui mana bank yang memberikan pelayanan terbaik atau cuma janji kosong di musim kemarau. Ngomongnya gede tetapi ketika haus menyengsarakan semua orang.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan dan kriteria yang umum diberlakukan tentang asuransi perlindungan pembelian dengan kartu kredit:

  • Kehilangan atau kerusakan harus terjadi dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal pembelian atau setelah barang diterima bila pembelian menggunakan jasa mail order.
  • Waktu lapor adalah 2 x 24 jam setelah terjadi kehilangan atau kerusakan.
  • Pemilik kartu terkadang akan dikenakan biaya tanggungan tersendiri atas musibah kerusakan atau kehilangan tersebut. Jadi istilahnya nilai pertanggungan dari bank tidak 100% penuh melainkan menanggungnya bersama pemilik kartu. Tentu nilai pertanggungan ini akan dihitung dari nilai belanja barang tersebut. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa nilai maksimal pertanggungan ada batasnya baik itu per kejadian atau per barang. Jika andaikata per barang adalah Rp 5 juta, sementara barang yang kita beli tersebut seharga Rp 7 juta, maka bank hanya menanggung Rp 5 juta. Sisanya Rp 2 juta harus kita tanggung sendiri.
  • Ada pengecualian atas barang-barang tertentu atau kejadian-kejadian tertentu yang tidak wajar atau tidak normal berkaitan dengan hilangnya atau rusaknya barang belanja. Beberapa di antaranya seperti: barang yang sudah diasuransikan dengan asuransi lainnya, barang yang cepat membusuk, cepat menyusut, mudah rusak, mudah menguap; semua jenis kendaraan beroda, bermotor dan asesorisnya; model pesawat (aircraft) atau sejenisnya yang rapuh; barang dagangan; uang tunai, cek, nota bank, pos wesel, emas, perak, batu permata dan sejenisnya; barang mudah rusak karena pengaruh cuaca, terkontaminasi, penguapan, suhu, penjamuran; barang yang disita atau haram oleh hukum setempat; ternak binatang sejenisnya; kehilangan yang tidak bisa dibuktikan atau dijelaskan; produk cacat atau kesalahan produksi desain dari pabrik; cacat dari toko, barang yang sudah aus, expired, terkontaminasi; bencana alam, banjir atau peristiwa lainnya yang membuat barang rusak atau hilang hancur dengan sendirinya.
  • Kesalahan pemasangan/mekanik, korsleting listrik yang mengakibatkan barang rusak; kehilangan dari kendaraan yang tidak dijaga pada tempatnya kecuali kendaraan terkunci dan semua jendela tertutup rapat, serta tidak adanya usaha pemaksaan pembongkaran dari luar; perbuatan curang yang sengaja dibuat oleh si pemegang kartu atau keluarganya, atau wakilnya di mana barang tersebut sudah dipercayakan; kehilangan yang tidak bisa dijelaskan atau dibuktikan; kejadian kehilangan di angkutan umum seperti kereta api, pesawat terbang, kapal laut, bus dan atau sejenisnya, termasuk paket kurir terkecuali barang tersebut dalam kekuasaannya atau dijinjing sendiri; kehilangan karena bencana alam atau huru hara dan lainnya.


Kurang lebih seperti itulah beberapa kondisi atau kebijakan yang diberlakukan oleh hampir semua bank sebagai penerbit kartu kredit. Anda dipersilakan untuk menanyakan lebih jelas kepada bank penerbit kartu kredit Anda. Bagaimanapun juga perlindungan pembelian adalah salah satu bonus yang sangat menarik. Masih ada harapan barang diganti kalau hilang atau rusak dibandingkan dengan membayar tunai atau kartu debit.

Sumber : Mafia Kartu Kredit

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel