124 Senin, 18 November 2013 | 11:45:04

Pinjaman Agunan, Pahami Resikonya dan Manfaatkan Peluangnya

pinjaman-agunan-pahami-resikonya-dan-manfaatkan-peluangnya

Membuka bisnis memang memerlukan modal. Modal ini nilainya juga bisa beragam. Semua itu bergantung pada jenis bisnis yang akan digeluti. Untuk itu sebelumnya Anda harus tahu jenis bisnis apa yang ingin Anda geluti. Apakah bisnis tersebut membutuhkan modal yang besar? Jika memang demikian, maka mencari pinjaman bank adalah solusi terbaik.

Salah satu keunggulan meminjam dari bank adalah adanya ketersediaan dana yang cukup besar. Anda dapat memperoleh pinjaman dalam jumlah yang cukup besar di sini. Akan tetapi persyaratannya biasanya cukup ketat. Bahkan profil kredit Anda juga akan dipertimbangkan. Jika profil kredit Anda bagus, mudah bagi Anda untuk meyakinkan pihak bank. Akan tetapi jika kurang baik, Anda harus mampu meyakinkan pihak bank. Salah satunya adalah dengan memberikan jaminan.

Jenis pinjaman dengan jaminan ini dikenal dengan nama pinjaman dengan agunan. Jenis agunan yang bisa dijaminkan juga beragam. Namun untuk keperluan bisnis, jaminannya juga harus besar. Apalagi modal yang Anda minta jumlahnya juga cukup besar. Tentunya dibutuhkan juga jaminan yang sepadan. Salah satu bahan penjaminan yang cukup kuat adalah rumah.

Pinjaman dengan agunan rumah memang lebih meyakinkan. Pihak bank umumnya juga akan menerima pengajuan ini. Tapi pastinya bank tidak ingin rugi. Jadi nilai pinjaman yang diberikan pasti lebih rendah dari nilai bangunannya. Selain itu ada beberapa persyaratan lainnya. Semua itu untuk mengikat peminjam dan meyakinkan pihak bank.

Lantas bagaimana resiko model pinjaman ini? Resiko terburuk jelas hilangnya property yang dijaminkan. Jika tidak mampu membayar pinjamannya, dipastikan jaminan Anda akan disita. Untuk itu pilihlah pinjaman yang bisa Anda tangani. Perhatikan teknis pembayarannya. Perhatikan nilai cicilannya. Pastikan Anda mampu mencicilnya meski bisnis Anda belum menghasilkan profit yang diinginkan.

Keleluasaan pinjaman juga perlu diperhatikan. Jika pinjaman dengan agunan tersebut cukup longgar, Anda memiliki kesempatan lebih besar. Akan tetapi manfaatkan kekeluasaan tersebut pada saat yang benar-benar genting saja. Prioritas utama tetaplah membayar pinjaman dengan lancar. Setelah mengetahui resikonya, selanjutnya buatlah strategi yang benar-benar tepat.

Strategi pembayaran hutang harus menjadi prioritas. Paling tidak ini untuk saat-saat awal. Apalagi bisnis yang baru berjalan pastinya juga masih belum stabil. Karena itu sebaiknya gunakan modal dengan cermat. Jangan gunakan untuk hal-hal yang kurang menghasilkan. Sebaiknya optimalkan modal untuk melengkapi fasilitas bisnis dan promosi. Semua itu agar bisnis semakin dikenal dan dapat berjalan secepat mungkin.

Alur keuangan sebaiknya tercatat. Semua harus tercatat dengan rapi. Dengan demikian, penyelewengan modal dapat ditekan. Pengelolaan modal juga lebih teratur. Akibatnya resiko pinjaman dengan agunan menjadi lebih kecil.

Sumber : Property Kita

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel