84 Jum'at, 08 November 2013 | 10:06:16

Waktu yang Tepat Berinvestasi Lokasi Properti Komersial

waktu-yang-tepat-berinvestasi-lokasi-properti-komersial

Mempunyai lokasi properti komersial pastinya mendatangkan profit. Besaran profit akan memancing siapa saja untuk berspekulasi. Sebelumnya, pastikan Anda memahami  dunia properti. Kuasai pertumbuhan bisnis di wilayah tersebut. Anda memang harus mengerahkan banyak perhatian. Terutama pada properti yang sedang Anda incar.

Bila pengetahuan Anda masih kurang, tunggu dulu. Jangan tergesa-gesa melakukan investai lokasi properti komersial. Karena properti komersial mempunyai resiko tinggi. Dibandingkan properti untuk hunian atau rumah tinggal. Apalagi yang masih baru dalam dunia properti.

Hal itu karena perkembanganya tergantung pada kondisi ekonomi. Buruknya perekonomian dan bisnis sangat berpengaruh. Sehingga potensi lokasi properti komersial juga akan menurun. Jika itu terjadi properti tidak akan laku. Sehingga kios, ruko dan sebagainya akan terbengkalai. Perekonomian juga menjadi mandeg. Profit yang Anda inginkan tak aka terealisasi.

Pemandangan ruko kosong semakin banyak terjadi. Semuanya memang terjadi di luar kontrol. Sehingga Anda tidak bisa mengendalikannya. Jadi pastikan pertumbuhan bisnis di lokasi itu membaik. Karena daerah baru yang belum tentu ramai. Tunggu sampai benar-benar potensial. Baru Anda membeli berbagai properti yang menjanjikan.

Resiko terhadap properti hunian memang lebih kecil. Orang tetap butuh rumah tinggal. Walau kondisi perekonomian di sana tidak berkembang. Namun, setiap bisnis pasti ada kendala dan hambatan. Pelajari dengan seksama akan memberikan hasil baik. Ketimbang tanpa pertimbangan dan pengetahuan mumpuni. Anda hanya akan mendapatkan kerugian atas kecerobohan.

Bagaimana cara melihat pertumbuhan properti suatu lokasi? Lokasi yang komersil dipengaruhi banyaknya penghuni sekitarnya. Disarankan jangan beli tanah kavling. Karena pertumbuhan penduduknya akan lama terjadi. Sehingga keramaian juga tidak akan cepat tercipta. Disebabkan pembangunan yang tidak serentak. Otomatis datangnya penghuni juga tidak bersamaan.

Tanah kavling dibiarkan saja akan terlihat kumuh.  Karena pemiliknya jarang memperhatikannya. Sehingga tanah kavling dibiarkan kosong ditumbuhi rerumputan. Perkembangan harga properti juga akan melambat. Jelas sekali lokasi ini tidak mendatangkan keuntungan. Tidak bisa menjadi lokasi komersial.

Ada cara lain melihat lokasi yang komersial. Adakah sekolah, pasar dan fasilitas umum lainnya? Berbagai fasilitas tersebut bisa mendongkrak bisnis. Sehingga lokasinya berkembang sangat komersil. Harga tanah dan bangunan kian meroket. Seiring ramainya lingkungan properti tersebut.

Dalam kondisi tersebut, Anda bisa berinvestasi. Karena jaminan keramaian akan memperlancar bisnis. Orang akan berbondong-bondong memiliki properti di lokasi tersebut. Bisa dengan menyewa atau membelinya. Tentunya insting bisnis Anda harus peka. Terhadap kondisi lokasi yang akan menjadi komersial. Sebelum potensi ini ditangkap oleh orang lain.

Banyaknya jam terbang memang dibutuhkan dalam bisnis ini. Karena pemahaman akan muncul dengan sendirinya. Insting bisnis Anda akan semakin tajam. Bagi pemula, disarankan bermain dalam skala kecil dulu. Sebelum mencoba properti yang lebih besar.

Sumber : Property Kita

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel