114 Jum'at, 18 Oktober 2013 | 05:32:59

5 Pengeluaran yang Terkait Pekerjaan

5-pengeluaran-yang-terkait-pekerjaan

Pengeluaran rutin bulanan Anda terkait erat dengan keperluan pekerjaan. Boleh jadi biaya yang terkait dengan pekerjaan ini porsinya besar dan menguras isi dompet.

1. Transportasi.
Biaya transportasi dari rumah ke kantor membutuhkan anggaran tinggi. Besarnya biaya transportasi dipengaruhi oleh jarak dan frekuensi. Baik menggunakan kendaraan sendiri atau kendaraan umum.

Studi yang dilakukan Urban Land Institute tahun lalu menunjukkan, secara nasional, biaya transportasi berada di urutan terbesar kedua dalam pengeluaran rumah tangga. Pengeluaran rutin rumah tangga berada di posisi pertama.

Sementara, riset khusus di Boston antara 2006-2008 menunjukkan, komposisi biaya transportasi mencapai 19 persen dari pengeluaran rutin bulanan.

Memilih kendaraan pribadi yang lebih hemat biaya menjadi solusinya. Atau kombinasikan, beberapa kali tak ada salahnya mencari alternatif kendaraan umum yang lebih murah, dibandingkan mengendarai mobil pribadi setiap hari misalnya. Manfaatkan fasilitas kantor, jika memang tersedia, untuk keperluan pekerjaan.

2.  Dilema pengasuhan anak.
Bagi orangtua bekerja, pengasuhan anak menjadi dilema. Untuk memastikan anak aman dan nyaman, serta terawat dengan baik selama ayah-ibu bekerja, dibutuhkan biaya tinggi.

Menurut the National Association of Child Care Resource & Referral Agencies, lebih dari 11 juta anak di bawah usia lima, menghabiskan 35 jam per minggu dalam pengasuhan orang lain, bukan orangtuanya. Rata-rata, anak usia prasekolah dengan orangtua bekerja, berada dalam pengasuhan di tempat penitipan anak selama 36 jam setiap minggunya.

Para orangtua mengakui, menitipkan anak di TPA berkualitas membutuhkan biaya tinggi. Untuk mengatasi kesulitan ekonomi saat krisis, juga sebagai bentuk penghematan, banyak orangtua yang akhirnya memilih jasa penitipan anak yang lebih murah, meski secara kualitas terjadi penurunan. Mencari pengasuh yang lebih murah menjadi pilihan bagi orangtua bekerja untuk mengurangi pengeluaran keluarga.

3. Penampilan dan fashion.
Penampilan penting dalam pekerjaan dan bahkan menunjang kesuksesan karier. Hal ini terbukti dengan tingginya biaya fashion untuk kalangan profesional. Biaya fashion kalangan profesional ini bergantung pada selera. Jika memilih busana perancang ternama, maka biaya busana kerja ini semakin tinggi.

Tak hanya busana, bicara penampilan juga terkait dengan aksesori, tas, sepatu. Selain juga kebutuhan fashion lain yang terkait dengan pekerjaan, seperti tas laptop yang tetap gaya saat dipakai dan senada dengan busana kerja.

Anda bisa membatasi pengeluaran dengan menerapkan konsep padu padan berbusana, dengan menggunakan stok pakaian lama. Atau, cari alternatif tempat belanja yang lebih terjangkau namun tetap menunjang penampilan kerja.

4. Makanan dan minuman.
Banyak orang yang menghemat dengan cara membawa bekal dari rumah ke kantor. Ini terjadi karena memang biaya makan dan minum saat bekerja memakan biaya tinggi.

Belum lagi, ditambah ajakan rekan kerja yang kadang tak bisa Anda tolak. Seperti minum kopi atau mengonsumsi makanan ringan sambil mencari udara segar setelah suntuk di dalam ruang kantor.

Anda mulai bisa berhemat dengan membatasi diri. Boleh saja sesekali minum kopi untuk bersosialisasi, namun tidak untuk menjadikanya aktivitas rutin harian.

5. Sumbangan.
Kemampuan Anda bersosialisasi di kantor juga turut berpengaruh pada pekerjaan dan karier. Rasanya kok sulit menolak jika Anda rekan kerja yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan dana dari rekan kerja lainnya.

Berada dalam lingkungan sosial memang mengharuskan Anda mengeluarkan anggaran ekstra. Ajakan membelikan hadiah untuk rekan kerja yang melahirkan juga sulit dihiraukan.

Biaya ekstra di kantor seperti ini mau tak mau juga menambah pengeluaran dan memengaruhi anggaran rumah tangga Anda.

Solusinya, Anda tak perlu memaksakan diri jika memang tak memiliki anggaran. Berikan sumbangan sesuai kemampuan Anda, bukan karena gengsi apalagi untuk mencari reputasi.


Penulis : Wardah Fazriyati
Editor : wawa
sumber : kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel