137 Kamis, 31 Oktober 2013 | 09:18:42

Menyiasati Modal Minim Dalam Wirausaha

menyiasati-modal-minim-dalam-wirausaha

Seringkali kita memandang bahwa modal (uang) menjadi penghambat dalam memulai langkah berwirausaha. Ibarat membuat resep makanan, kita menganggapnya sebagai bahan utama yang harus ada di dalam resep tersebut, sehingga bila bahan itu tidak ada, maka resep tersebut tidak bisa dibuat atau direalisasikan. Padahal bila kita membuat pisang goreng umpamanya, maka resepnya terdiri dari pisang, tepung, garam, minyak goreng, dll, sedangkan modal (uang) adalah api yang digunakan untuk memasak pisang goreng tersebut. Kita memang tidak bisa memasak pisang goreng tersebut tanpa api, tetapi api dapat kita peroleh dari berbagai sumber seperti LPG, minyak tanah, batubara, kayu bakar,dll.

Bahkan kalau yang dimasak hanya telur rebus, maka mungkin saja tidak memerlukan api, tetapi cukup dengan air panas di alam.

Jadi Modal (uang) tidak perlu kita masukkan ke dalam resep, karena dia hanya alat (baca: api) yang kita butuhkan sesuai dengan jenis resep masakan yang akan kita buat. Modal semestinya ditempatkan sebagai alat untuk mendukung percepatan usaha, bukan sebagai “bahan” yang vital dalam memulai usaha.

Bagaimana Menyiasati Modal yang minim? Bila rencana wirausaha yang dibuat ternyata membutuhkan modal (uang) dan modal yang kita miliki tidak cukup (minim) untuk membiayai modal awal yang dibutuhkan tersebut, maka ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan :

1. Menyesuaikan jenis usaha dengan modal yang tersedia.
Bila modal usaha (uang) yang kita miliki minim, ada banyak alternatif pilihan jenis usaha yang tidak membutuhkan modal besar untuk memulainya.

a. Reseller : Di sini kita berperan sebagai penjual produk orang lain, setelah kita memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh si pemilik produk.

Ada berbagai jenis produk yang menawarkan peluang menjadi reseller seperti busana, peralatan rumah tangga, kosmetik, alat kesehatan, tiket pesawat dan kereta api, dll.
Modal yang diminta sebagai syarat sebagai reseller cukup bervariasi tergantung jenis produknya. sebagai contoh misalnya reseller tiket pesawat dan kereta api ada yang meminta syarat hanya uang pendaftaran Rp. 150.000,- ada juga yang meminta uang pendaftaran Rp. 2.000.000,-, bahkan ada yang mensyaratkan resellernya menempatkan deposit Rp. 20.000.000,-

b. Bisnis Jasa : Menurut anda berapa modal (uang) yang dibutuhkan oleh seorang pelukis sketsa wajah yang jasanya sering dibutuhkan oleh kepolisian? Bisa jadi tidak ada, yang dibutuhkan hanya keahliannya saja. Demikian pula seorang penulis cerita maupun biografi, perancang busana, Desain Web, Fotografer dll.

2. Mencari Tambahan Modal
Bagi wirausahawan baru mencari pinjaman dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya seringkali mengalami kesulitan, karena perbankan dan lembaga keuangan biasanya memberikan persyaratan usaha tersebut sudah berjalan 2 tahun atau lebih dan telah memiliki badan hukum seperti UD, CV dan PT.

Lalu apa alternatif lainnya ? cari dan temukan mereka yang disebut “Angel Investor”. Angel Investor adalah pihak-pihak non Bank dan lembaga keuangan yang bisa dijadikan tempat mencari modal usaha atau tambahan modal usaha, seperti teman, kenalan, saudara dan keluarga lainnya.

Meskipun Angel Investor ini pada umumnya adalah pihak yang dekat atau cukup dekat dengan kita, namun prinsip-prinsip terpercaya dan saling menguntungkan tetap harus dijaga, agar mereka yakin terhadap kapasitas anda dalam mengembangkan usaha tersebut.

Bila anda sudah menentukan jenis usaha yang ingin Anda jalankan, memiliki perhitungan yang matang terhadap untung dan rugi, serta telah menganalisis permintaan pasar. Anda juga sudah bisa berhitung jumlah investasi yang Anda butuhkan, maka itulah saatnya anda menemui Angel Investor yang menjadi target anda.

Semoga Bermanfaat!

Sumber : Viva News

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel