2 Jum'at, 25 Oktober 2013 | 09:58:18

Kelola Kartu Kredit..

kelola-kartu-kredit

Berutang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada berbagai macam utang. Salah satu bentuk utang yang paling umum adalah melalui kartu kredit. Jika Anda memiliki kebiasaan menunda pembayaran kartu kredit dan tidak membayar keseluruhan tagihan, Anda tidak sendirian.

Berdasarkan data Financial Quotient Survey yang dilakukan Citibank, sebanyak 44 persen pemegang kartu kredit di Indonesia tidak melunasi tunggakan kartu kreditnya.

Ada beberapa alasan mengapa orang berutang melalui kartu kredit :

Hidup Sulit
Terlilit utang karena sejumlah gajinya dipotong atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), atau terkena penyakit yang membutuhkan perawatan yang lama dan tidak murah.

Foya-foya
Besar pasak daripada tiang. Sekelompok orang yang pengeluarannya selalu melebihi penghasilan.

Ada yang karena gengsi ingin tampil lebih keren, namun tidak sesuai dengan kemampuannya. Ada juga yang memang pada awalnya mempunyai pola hidup konsumtif.

Shopaholic
Tipe pengguna kartu kredit yang benar-benar tidak tahan jika melihat tulisan 'sale' di mal maupun promosi di outlet-outlet perbelanjaan.

Berbelanja saat sale dan promosi membuat mereka merasa telah berhemat. Padahal jumlah yang dikeluarkan melebihi kebutuhan nyata.

Pada akhirnya, para shopaholic hanya dapat melakukan pembayaran dengan jumlah minimum yang ditentukan penerbit kartu dan sisanya harus direlakan terkena bunga.

Jumlah tagihan pada akhirnya akan membengkak, seiring dengan pembayaran yang hanya 10 persen dari total tagihan. Jika tidak lekas dilunasi, utang ini bisa berjalan terus selama bertahun-tahun.

Pinjam-meminjam
Meminjamkan uang kepada orang lain melalui fasilitas kartu kredit, atau memulai bisnis dengan bermodalkan dana dari kartu kredit.

Dengan demikian, selama orang belum mengembalikan uang atau bisnis yang dijalankan belum menguntungkan, orang dengan tipe ini tidak mampu membayar kembali dana yang dipinjamnya melalui kartu kredit.

Hal-hal di atas merupakan perilaku 'macan' yang berani, namun kurang bijak.

Berikut delapan tips untuk menjauhi utang dan memanfaatkan kartu kredit dengan bijak:

Pertama, Buatlah anggaran
Catatlah pengeluaran yang ingin dibayarkan melalui kartu kredit selama sebulan seperti makan di restoran, belanja kebutuhan dapur, bensin, dan lainnya.

Ketahuilah jumlah yang akan ditagihkan ke kartu kredit. Awasi pengeluaran dan pastikan tidak melebihi dana yang dianggarkan.

Kedua, Tentukan batas pengeluaran bulanan
Disiplinkan diri Anda dalam penggunaan kartu kredit per bulan. Hindari pengeluaran yang mendekati credit limit, selalu sisakan untuk kebutuhan darurat.

Ketiga, Hindari belanja impulsif
Tips ini cocok untuk wanita, karena umumnya wanita lebih impulsif dalam berbelanja dibanding pria. Jangan gunakan kartu kredit untuk berbelanja sesuatu yang tidak Anda rencanakan. Belanjalah layaknya membawa Anda uang tunai.

Keempat, Bayar tepat waktu
Bayarlah utang kartu kredit 5-7 hari sebelum jatuh tempo, sehingga Anda tidak terkena denda atau pun bunga. Akan lebih baik lagi jika tagihan Anda dibayar penuh setiap bulannya.

Sebaiknya lakukan pembayaran reguler bulanan dengan direct debit ataupun giro. Hal ini akan memperbaiki rekam jejak Anda di bank maupun sistem informasi debitor.

Kelima, Manfaatkan tenggang waktu bebas bunga
Ini adalah waktu yang diberikan penerbit kartu kredit pada nasabahnya untuk membayar kartu kredit tanpa terkena bunga. Biasanya 20-25 hari, namun hal ini hanya berlaku jika tagihan sebelumnya telah lunas.

Keenam, Bayar lebih dari batas minimum
Biasakan untuk membayar lebih dari batas minimum (10 persen). Jika Anda menerima bonus, gunakan dana tersebut untuk melunasi tagihan, sehingga Anda lebih cepat terbebas dari utang.

Ketujuh, Ingat! Ini bukan uang Anda
Uang yang Anda gunakan pada dasarnya adalah uang bank, bukan uang Anda. Gunakan untuk kebutuhan Anda sehari-hari, tetapi jangan menganggap atau menyalahgunakannya sebagai pendapatan ekstra.

Kedelapan, Kendalikan diri Anda
Menggunakan kartu kredit membutuhan tanggung jawab dan pengendalian diri. Jika Anda memiliki keterbatasan dalam membayar tagihan dan mengawasi jumlah kartu kredit Anda, tidak ada salahnya jika Anda kembali ke uang tunai sebagai metode pembayaran untuk memperoleh kedisiplinan dalam pengeluaran sehari-hari.


Sumber : viva News

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel