200 Senin, 21 Oktober 2013 | 08:54:43

Kenali Betul "Kekuatan" Rumah Anda

kenali-betul-kekuatan-rumah-anda

1. PENGECATAN ULANG UNTUK KESAN PERTAMA
Sebelum menjual rumah, tentu kita harus mendandani dulu fungsi-fungsi dasar rumah kita. Gantilah kaca yang sudah pecah, betulkan genteng yang bocor, aliran listrik yang terputus, dan sebagainya. Namun, untuk kesan pertama yang kuat, Ir. Meiko Handoyo, MM, General Manager PT Ciputra Development mewajibkan pembersihan seluruh sudut rumah, sekaligus pengecatan ulang sebelum menjual rumah. "Pengecatan ulang dapat menimbulkan kesan rumah terawat dengan baik."Kesan terawat, imbuh Hendry Tamzel, Sales Manager dari PT Ciputra Development, dapat meningkatkan harga jual dari rumah tersebut.


2. SEGARKAN RUMAH DENGAN RE-DEKORASI DAN TANAMAN
Meski Anda tidak bermaksud menjual rumah beserta furnitur-nya, namun Anda harus tetap menata kembali dekorasi rumah supaya tampil apik. Menjual rumah kosong membuat rumah terkesan tak berjiwa dan dingin. "Selain membuat rumah tampak berkarakter, dekorasi ulang juga memberikan ide pada calon pembeli, bagaimana ia harus menggunakan ruangan. Misalnya di mana televisi diletakkan, foto-foto, meja, sofa dan sebagainya. Buatlah dekorasi rumah Anda berkesan rapi, hangat, tapi juga segar."
Sebagai sentuhan penambah kesegaran, Meiko menyarankan untuk menambahkan tanaman hijau di dalam rumah serta bunga segar di atas jambangan. "Jika rumah yang Anda jual cukup luas, sebaiknya sediakan satu ruang taman, minimal untuk sebuah pohon perdu, untuk meneduhkan rumah."


3. DAPUR DAN KAMAR MANDI SEBAGAI UJUNG TOMBAK
Kamar mandi dan dapur adalah dua ruangan yang harus mendapatkan perhatian khusus. "Banyak pembeli menilai suatu rumah layak dibeli atau tidak dengan melihat kamar mandi dan dapur. Ibaratnya, ruang yang paling belakang saja bersih, ruang lainnya sudah tentu apik."
Hendry juga mengingatkan bahwa menurut pengalaman, pihak istri-lah yang menjatuhkan keputusan untuk membeli rumah. "Itu sebabnya, ruang dapur dan kamar mandi harus tampil bersih, rapi dan wangi. Untuk dapur, telitilah saat membersihkan noda minyak. Bersihkan juga kompor dan kitchen set Anda, meskipun itu tidak termasuk barang yang Anda jual."


4. JUAL SISI YANG BISA ANDA "JUAL"
Sebelum menjual rumah, Anda harus betul-betul mengenali "kekuatan" rumah Anda. Misalnya, jika rumah Anda dekat mata air, "Maka sebaiknya ajak calon pembeli ke kamar mandi atau ledeng, lalu bukalah keran agar ia dapat melihat betapa deras dan jernihnya air di rumah Anda," saran Hendry.
Arah rumah pun bisa menjadi "dagangan". "Karena negeri kita adalah negeri tropis, matahari paling panas terjadi di siang dan sore hari. Sinar matahari pagi cenderung sejuk dan hangat. Makanya, rumah yang menghadap ke timur memiliki nilai tambah. Harga jualnya biasanya paling tinggi daripada arah yang lain," jelas Hendry.
Namun Hendy juga menambahkan "Dalam feng shui ada pepatah 'bersandar pada gunung menghadap lautan'. Karena gunung berada di Selatan dan lautan di Utara, maka rumah yang menghadap Utara akan lebih membawa rezeki. Ini sebabnya, pemilik rumah harus peka siapa calon pembeli rumahnya."
Prinsipnya, "Galilah sisi-sisi positif rumah semaksimal mungkin dan 'sembunyikan' kelemahan-kelemahannya."


5.JUAL SECARA PRIBADI ATAU LEWAT PERANTARA?
Menurut Andri Witjaksono, MBA., Operasional Manager situs properti.net yang juga bekerja sebagai IT & Communication Manager Century 21, menjual rumah secara pribadi atau lewat pedagang perantara (broker) tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. "Menjual secara pribadi tentu harus siap repot, mulai menentukan harga jual sendiri, mengiklankannya, mempresentasikan pada para calon pembeli, sampai proses transaksi. Keuntungannya, tidak keluar biaya sepeser pun untuk membayar perantara."
Sebaliknya dengan menjual rumah lewat broker, semua kerepotan tersebut diambil alih oleh sang broker. "Tak hanya itu, mereka pun akan memberi Anda masukan, sisi rumah mana yang perlu disempurnakan dan di sebelah mana kekuatan rumah Anda. Broker juga akan menjual rumah Anda dengan harga yang pantas, karena dia dibayar dengan sistem komisi." Keuntungan lainnya, broker profesional memiliki jaringan yang luas. "Dengan begitu, mereka bisa menjual lebih cepat," ujar Andri sembari menyarankan agar tidak menggunakan jasa broker tradisional.


Broker tradisional adalah orang yang tidak bekerja sebagai broker di perusahaan tertentu tapi menawar-nawarkan dirinya untuk menjualkan rumah Anda. "Kerugian memakai broker tradisional adalah, mereka bisa melakukan mark-up seenaknya. Misalnya Anda menjual rumah seharga 50 juta, maka dengan seenaknya mereka bisa menjual Rp 100 juta agar bisa membawa 50 juta ke kantongnya. Tapi biasanya proses penjualannya lambat."


6.MENENTUKAN HARGA JUAL YANG PANTAS
Dalam menentukan harga rumah, pemilik rumah pasti berharap rumahnya bisa cepat laku, sehingga ia harus menetapkan harga yang masuk akal tapi juga tidak merugikan dirinya. "Karena rumah yang dijual adalah rumah yang telah dihuni beberapa tahun, sudah pasti harganya dibawah primary market. Itu sudah hukumnya," jelas Hendri.


Agar tidak terlalu merugi, "Saya sarankan pemilik rumah mengecek ke broker tentang kisaran harga tanah di tempat ia tinggal. Dari situ, barulah kita bisa menghitung harga tanah sesuai luas tanah yang kita miliki." Setelah itu, barulah menghitung harga bangunan. "Bandingkan dengan harga bahan pembangunnya. Marmer-kah? Kayu? Atau lantai biasa? Semua pasti menjadikan harga berbeda. Hitunglah semua per meter persegi, lalu gabungkan harga tanah dan rumah. Itulah harga dasarnya."


Harga dasar tersebut masih bisa dinaikkan dengan menjual kelebihan-kelebihan yang dimiliki rumah, seperti hadap rumah, dekat mata air, pembagian ruang, dan sebagainya.
(Dwi Astuti)

Sumber : Tabloid Nova

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel