114 Senin, 21 Oktober 2013 | 05:37:29

Menabung, Berlibur, atau Gadget?

menabung-berlibur-atau-gadget

Konsultan perencana keuangan, Aidil Akbar Madjid, mengatakan hal terpenting dalam mengalokasikan gaji atau penghasilan bagi para lajang adalah penentuan tujuan keuangan. Dalam tujuan keuangan, para lajang dituntut pandai memprioritaskan dan mendayagunakan penghasilan berdasarkan urutan tertentu.

Sebagaimana kelaziman hidup manusia, kebutuhan mendasar adalah sandang, papan, dan pangan. Oleh karena itu, urutan kedua yang menjadi prioritas alokasi keuangan adalah memenuhi kebutuhan dasar.

Aidil mencontohkan, ada beberapa lajang, terutama yang tidak memiliki tanggungan, lebih memilih mengalokasikan gajinya untuk kebutuhan tambahan, seperti berlibur atau membeli perangkat. Dalam penghitungan nyata, kebutuhan yang bersifat tambahan ini bisa mencapai Rp 10 juta. Padahal uang sebesar itu bila diinvestasikan dapat menghasilkan 10 kali lipat dalam waktu 10 tahun. Apalagi bila diinvestasikan ketika lajang masih berumur 20 tahunan sehingga ada waktu produktif untuk menghasilkan 10-20 tahun kemudian.

Karena itu, investasi menjadi urutan ketiga dalam prioritas alokasi keuangan bagi para lajang. Menurut Aidil, besarnya investasi sebenarnya bergantung pada besarnya penghasilan dan biaya kebutuhan hidup, termasuk utang. Setiap orang, baik lajang maupun tidak, dalam melakukan investasi harus menghitung terlebih dulu biaya hidupnya.

Penghitungan biaya hidup menjadi berbeda bila lajang itu memiliki tanggungan, seperti orang tua atau saudara. Besarnya biaya hidup sangat bergantung pada lokasi dan tipe gaya hidup yang dijalani oleh si lajang tersebut. “Tentunya spending di kota besar besarannya berbeda dengan hidup di kota kecil,” kata Aidil.

Besarnya alokasi untuk investasi bagi lajang secara ideal adalah 25-35 persen dari total penghasilan tetapnya. Semakin besar penghasilan yang dialokasikan untuk investasi, akan semakin ideal, karena memberi pemasukan lebih besar di luar gaji.

Aidil menyarankan untuk memilih investasi yang nilainya tidak akan turun. “Misalnya, properti atau emas,” katanya. “Kalau kendaraan, itu bukan investasi, kecuali kendaraan itu untuk disewakan lagi.”

Urutan keempat prioritas alokasi keuangan bagi lajang adalah biaya tak terduga. Besarnya alokasi ini untuk lajang tanpa tanggungan adalah tiga kali gaji. Sedangkan lajang dengan tanggungan maksimal dua orang setidaknya harus bisa menyediakan biaya tak terduga hingga enam kali gaji. “Bila tanggungannya lebih dari dua orang, bisa lebih dari dua belas kali gaji,” kata Aidil.

Prioritas alokasi keuangan bagi lajang yang terakhir adalah asuransi, terutama asuransi kesehatan murni. Sebab, asuransi kesehatan murni berguna untuk menunjang kinerja lajang dalam melakukan kerja produktifnya. “Tidak perlu ada asuransi jiwa. Itu hanya berlaku bagi lajang yang memiliki tanggungan,” kata Aidil. “Kalau tidak ada tanggungan, percuma, akan rugi.”

Nah, sudah sesuaikah pengalokasian keuangan Anda, para lajang?

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel