243 Senin, 30 September 2013 | 12:15:00

Bijak Memilih Kredit Mobil

bijak-memilih-kredit-mobil

Tedy Gunawan tak pernah merasakan bagaimana memiliki utang per bulan hanya untuk mencicil kendaraan. Dia lebih senang membeli mobil dengan tunai.

Terbukti, pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010, Tedy langsung membayar secara cash Mazda idamannya.

Pada IIMS 2013, bertempat di JIExpo Jakarta. Tedy dibuat pusing dengan kehadiran produk-produk terbaru yang dipamerkan sejumlah perusahaan. Dia belum tertarik untuk membeli lagi mobil yang diincarnya. “Hanya lihat-lihat saja dulu. Belum ada yang sreg,” katanya kepada Bisnis.

Lain Tedy, lain pula Saeful Anwar. Saeful sangat merasakan bagaimana rasanya dikejar-kejar setoran per bulan untuk membayar cicilan motor. Selama memiliki empat kendaraan bermotor, dia tidak pernah lunas membayar. Jika tidak ditarik oleh pihak leasing, Saeful selalu memindah tangankan motornya dengan cara over credit ke orang lain.

Tentu saja apa yang dilakukan Saeful adalah contoh dari ketidakmampuan membayar cicilan pada leasing per bulannya. Padahal, jika dilihat dari segi pendapatan per bulan, Saeful sendiri tergolong tidak bermasalah. Dia cukup mampu membayar cicilan motor.

Fioney Sofyan Ponda, Independent Financial Advisor Fin-Ally mengatakan kecenderungan seseorang tidak mampu membayar cicilan kredit kendaraan dikarenakan tidak punya perencanaan keuangan yang baik. Dia mengatakan setidaknya seseorang menyisihkan 30% uang dari pendapatannya untuk membayar cicilan kendaraan tersebut.

Dia memberi contoh seseorang yang memiliki pendapatan Rp10 juta per bulan bisa membeli mobil seharga puluhan juta. Dengan menyisihkan uang sekitar Rp2,3 juta per bulan untuk pembayaran selama tiga tahun. Sisa uang bisa digunakan untuk keperluan lain. “Caranya, kita harus komitmen kuat agar penyisihan 30% ini tidak terganggu,” paparnya.

Salah satu penyebab gagalnya melunasi utang kredit kendaraan, paparnya, disebabkan pengelolaan uang yang tidak baik. Terkadang uang untuk keperluan atau kebutuhan pokok lain digunakan untuk bayar cicilan kendaraan. Ujung-ujungnya cash flow keuangan keluarga terganggu.

Memang, baik motor atau pun mobil meskipun dibeli dengan harga yang tidak murah, tetapi tetap saja disebut sebagai barang konsumtif. Namun hal ini bisa disiasati menjadi alat investasi yang mendatangkan pundi-pundi rupiah cukup besar per bulan.

Caranya bisa dilakukan dengan beberapa hal. Pertama, mobil yang dibeli dengan skema cicilan sebisa mungkin tidak digunakan hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja. Tetapi bisa digunakan sebagai kendaraan untuk usaha.

“Misalnya, manfaatkanlah kendaraan sebagai alat jemputan rekan-rekan kantor yang satu arah dari rumah. Dari situ kita bisa kenakan tarif sebagai pengganti ongkos ojek atai taksi,” paparnya.

Contoh lain, kendaraan yang dibeli bisa digunakan untuk tempat berjualan. Karena di beberapa kota besar, orang-orang cenderung memanfaatkan mobil untuk tempat berjualan dan juga bisa meningkatkan gengsi baru dalam transaksi jual beli. Sebisa mungkin, uang dari hasil bisnis tersebut digunakan untuk membayar cicilan mobil. “Jadi pendapatan per bulan tidak terganggu,” katanya.

Perusahaan pembiayaan yang berada di bawah naungan ATPM biasanya menawarkan harga yang lebih murah, sementara yang satunya punya keragaman pilihan karena tidak terbatas merek mobil.Fioney menambahkan, ada yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil dengan skema cicilan.

Pertama, sepak terjang perusahaan pembiayaan harus benar-benar diketahui sebaik mungkin. Karena tak sedikit perusahaan pembiayaan yang banyak merugikan pelanggannya.

Kedua, perhatikan terlebih dahulu asuransi mana yang digunakan perusahaan leasing. Apabila perusahaan asuransinya bisa dipercaya dan tidak pernah mengalami masalah, maka perusahaan leasing yang akan dipilih akan cukup aman bagi konsumen.

“Minimal konsumen bisa mencari tahu track record baik leasing maupun perusahan asuransinya seperti apa. Itu bisa dilihat dari jumlah klaimnya,” ujar Fioney.

Ketiga, diharapkan perusahaan leasing yang akan dipilih menyediakan jasa asuransi dengan servis 24 jam atau menyediakan fasilitas Derek gratis. Beberapa asuransi tidak memberikan fasilitas tersebut.

“Padahal mobilitas kita tidak bisa diprediksi. Kalau tahu-tahu malam ada kejadian di jalan berbahaya itu kan sangat penting bagi konsumen,” ujarnya.

Hal sama juga diutarakan oleh Mohammad Teguh, perencana keuangan dari QM Financial. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh konsumen sebelum memutuskan untuk mengajukan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor ke perusahaan pembiayaan.

BANDINGKAN HARGA

Dia menyarankan konsumen untuk membandingkan pricing atau bunga yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan. Cari yang penawarannnya paling rendah untuk bunga, sebanding dengan pelayanannya. Setelah itu, bandingkan juga provisi atau biaya administrasi di luar asuransi, cari yang paling rendah,” ujarnya.

Berikutnya, dia melanjutkan, perhatikan juga kredibilitas dari perusahaan pembiayan tersebut, kalau bisa lihat rekam jejaknya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencari informasi di media massa atau memilih yang berasal dari grup perusahaan besar.

Proses seleksi ini sangat penting karena sejumlah perusahaan pembiayaan yang rekam jejaknya tidak jelas, terutama untuk sepeda motor, kadang tidak membayarkan premi asuransi yang sudah disetor oleh konsumen ke mereka, sehingga konsumen tidak mendapat pengalihan risiko jika terjadi kecelakaan atau kehilangan.

Konsumen juga bebas memilih apakah perusahaan pembiayaan itu terafiliasi dengan ATPM atau tidak. Sebab, masingmasing punya keunggulannya sendiri.

Perusahaan pembiayaan yang berada di bawah naungan ATPM biasanya menawarkan harga yang lebih murah, sementara yang satunya punya keragaman pilihan karena tidak terbatas merek.

“Sebenarnya, konsumen juga bisa memilih pinjaman konsumen dari pihak perbankan karena seringkali bunganya lebih rendah sekitar 1% daripada perusahaan pembiayaan. Lebih baik lagi kalau mereka mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dan membeli secara tunai karena nilai mobil cenderung tergerus waktu, tidak bisa dijadikan investasi,” papar Teguh.

Pascapengajuan kredit kendaraan bermotor, hal yang juga penting dilakukan konsumen adalah memasukkan cicilan bulanannya ke kategori utang atau pengeluaran konsumtif pada neraca keuangan pribadinya.

Idealnya, seluruh utang, baik KPR, KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), maupun pinjaman lainnya, jika digabungkan secara total tidak lebih dari 35% terhadap total pendapatan tiap bulan. Hal ini juga berlaku jika yang dihitung adalah penghasilan berdua untuk pasangan suami istri.(Miftakhul Khoer / Bunga Citra Arum N.)

Sumber : Bisnis

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel