119 Kamis, 25 Juli 2013 | 01:26:50

5 Hal yang Bikin Keuangan Berantakan

5-hal-yang-bikin-keuangan-berantakan

Dengan financial planning yang tepat, setiap orang bisa merasakan nikmatnya sejahtera dan bahagia saat lajang atau sebelum menikah. Anda dapat merancang sendiri perencanaan keuangan yang tepat, termasuk di dalamnya mengelola gaji bulanan dengan baik. Saat melakukannya, sebaiknya hindari lima kesalahan finansial ini. Dalam bukunya yang berjudul Hot (Broke) Messes; How to Have Your Latte and Drink It Too, Nancy Trejos menyebutkan ada lima kesalahan yang membuat keuangan berantakan.

1. Lupa membuat target. Ketimbang gaji menguap tak berbekas, segeralah membuat target nyata. Seperti membeli gadget yang berguna untuk karier, mencicil rumah, atau menyiapkan dana untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga Anda punya alasan jelas mengapa harus menyisihkan pendapatan.

2. Enggan belajar investasi. Menurut Nancy, perempuan yang cenderung sering bermain aman, akan memilih tabungan atau deposito dibanding investasi. Padahal, investasi bisa memberi hasil lebih di masa datang. Jadi, jangan takut untuk mulai belajar berinvestasi. Banyak kok investasi yang mudah dipelajari, seperti investasi emas atau reksa dana.

3. Dokumentasi finansial yang buruk. Masih bertanya mengapa gaji selalu menguap sebelum tengah bulan? Catatan cash flow bisa membantu Anda melihat ke mana uang tersebut menguap. Sehingga, Anda bisa mengatur mana pengeluaran yang harus direm. Pastikan rekening tabungan dan rekening belanja dipisah. Bayarlah utang dan kewajiban satu hari setelah gajian, ambil minimal 15 persen untuk tabungan, sisihkan untuk kebutuhan hidup selama sebulan, baru gunakan sisianya untuk belanja.

4. Menggabungkan aset dengan kekasih. Walau Anda dan pasangan sudah berencana menikah, risiko putus akan tetap ada. Jadi, tak ada alasan untuk malu-malu membicarakan masalah keuangan, seperti jumlah tabungan, jumlah utang, hingga perencanaan masa depan. Selain bisa memperkecil kekecewaan bila ternyata pasangan punya banyak utang kartu kredit misalnya (dibanding sudah menikah nanti), Anda berdua bisa menyusun rencana mewujudkan target seperti membeli rumah atau mobil. Apalagi bisa sudah punya aset bersama, perjanjian pranikah menjadi penting agar pembagian harta menjadi jelas bila satu saat nanti hubungan tak bisa lagi dipertahankan.

5. Berorientasi pada satu pekerjaan. Sudah berhemat sampai titik darah penghabisan tapi tetap saja gaji masih kurang. Mungkin sudah saatnya Anda mengembangkan karier dengan mencari tawaran gaji yang lebih baik atau mulai mencari tawaran sebagai freelancer. Jangan sia-siakan waktu, tenaga, semangat yang masih membara.

(Ayunda Pininta Kasih)
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel