731 Jum'at, 18 Maret 2016 | 08:46:26

Pengaruh Pengampunan Pajak ke Sektor Properti

Pengaruh Pengampunan Pajak ke Sektor Properti

     Topik pengampunan pajak yang telah dibicarakan belakangan ini masih belom ada kepastian. Pelaku usaha properti baik perorangan atau bentuk badan perusahaan menunggu keputusan ini. Walaupun pemerintah masih belom dapat memutuskan pengampunan pajak atau tax amnesty, para pengembang memanfaatkan momen ini dengan cara positif untuk menarik konsumen.

     Pak Michael Wirawan, CEO Wiraland Property Group, mengatakan bahwa dana triliunan rupiah akan digunakan para investor untuk belanja properti. Beliau juga mengatakan bahwa properti tetap menjadi pilihan para investor dan keputusan pemerintah akan pengampunan pajak sangat ditunggu. Menurutnya, investasi properti masih tetap diminati karena properti selalu dibutuhkan masyarakat. Properti juga tidak akan ada kadaluarsa, busuk atau hilang. Walaupun bangunan hancur tetapi masih ada harga tanahnya. Ketiga adalah harga properti hampir tidak pernah turun. Kondisi ekonomi yang melambat tidak akan membuat harga properti jatuh.

    CEO Wiraland Property Group ini juga optimis bahwa tahun ini industri properti akan kembali booming di tahun 2017 dan menurutnya tahun ini adalah tahun yang tepat untuk berinvestasi sebelum harga kembali naik berkali-kali lipat seperti tahun sebelumnya. Pihaknya menawarkan crazy promo yaitu jaminan uang kembali bila kebijakan pengampunan pajak tidak di realisasikan oleh pemerintah.

     Ketua DPD Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia, Hartono Sarwono, mengatakan bahwa bila kebijakan tax amnesty ini dilaksanakan maka sebagian dari potensi penerimaan dana pengampunan pajak sebesar 60 triliun akan masuk ke properti. Dampak dari hal ini adalah bisnis properti akan menggeliat kembali. Pada saat ini para investor tengah menahan pembelian dan membuat penjualan properti menjadi lesu. 

     Pihak AREBI percaya bahwa pengampunan pajak akan membuat aliran dana untuk properti mengalir deras karena kecenderungan pihak investor untuk menjadikan properti sebagai investasi utama dibandingkan dengan valuta asina, reksa dana, emas atau lain sebagainya. Aliran dana pembelian properti yang deras akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Nasional. Lukas bong yang menjabat sebagai Ketua DPD AREBI DKI Jakarta mengatakan bahwa jika pemerintah membatalkan kebijakan pengampunan pajak, bisnis properti mungkin akan lebih buruh dari perlambatan di tahun 2015

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita