903 Rabu, 16 Maret 2016 | 21:06:36

Broker Properti Harus Punya SIU-P4

Broker Properti Harus Punya SIU-P4

     Pada saat ini, banyak tersebar "broker properti atau agen properti" tanpa nama atau status lepas. Agen dengan status lepas adalah orang-orang yang melayani klien melakukan jual atau beli. Daerah luar kota Jakarta seperti Tangerang banyak sekali terdapat orang-orang yang tidak lulus SMA dan tidak mengerti prosedur transaksi properti tetapi bebas menjadi "agen" memasarkan properti dari pemilik properti.

     Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 33?M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti yang diterbitkan pada tanggal 21 Agustus 2008 tentang kepimilikan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4), seluruh broker properti diwajibkan untuk memiliki SIU-P4 untuk beroperasi.

     Selain SIU-P4, para broker properti juga harus memiliki Sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti. LSP Broker Properti telah dibentuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 343 Tahun 2015 mengenai penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan kategori real estate golongan pokok di bidang perantaraan perdagangan properti. Adanya SKKNI ini membuat broker mempunyai kompetensi kerja yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan serta sikap kerja sesuai dengan standard yang telah ditentukan.

     LSP merupakan lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi ini diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. LSP merupakan Organisasi tingkat nasional ini berkedudukan di wilayah republik Indonesia dan dapat membuka cabang di kota lainnya.

     SIU-P4 dan Sertifikat LSP ini untuk melindungi orang-orang yang memakai jasa broker dalam melakukan transaksi properti mereka. Sertifikasi broker ini telah dijalankan oleh negara Singapura dimana seluruh broker wajib mendapatkan sertifikasi sebelum mereka terjun menjadi agen properti. Pihak pemerintah Singapura juga mengontrol aktifitas agen properti mereka dengan ketat.

    Keberadaan aturan yang mewajibkan broker properti untuk memiliki lisensi di Indonesia dianggap penting menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana persaingan antar broker akan semakin ketat. Para broker agen asing yang beroperasi di Indonesia juga diwajibkan memiliki sertifikasi ini di  Indonesia dan mereka harus bisa berbahasa Indonesia untuk mendapatkan sertifikatnya.

     Menurut Yamanah, LSP sudah memiliki 40 tenaga penguji dan sejak bulan Januari 2016, LSP sudah membuka sertifikasi angkatan pertama. 

 Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita