334 Kamis, 21 Januari 2016 | 13:20:32

Optimis Diatas Ketidakpastian Sektor Properti 2016

Optimis Diatas Ketidakpastian Sektor Properti 2016wearethepractice

Para pelaku industri properti tanah air masih menyingkapi dan penuh dengan tanda tanya besar mengenai pertumbuhan properti di  tahun 2016.  Menurut  James Taylor, pertumbuhan ekonomi saat ini sangat lambat,  faktor lain juga dilihat dari lemahnya rupiah terhadap dolar AS serta rendahnya harga komoditas sehingga berdampak pada berbagai sektor properti dengan tingkatan yang berbeda-beda.  Kondisi pasar saat ini juga relatif stabil hal ini disebabkan terbatasnya pasokan baru serta tingkat hunian yang cukup baik dan pertumbuhan akan harga sewa yang cukup stabil.

Di tiga triwulan terakhir tahun 2015 dengan adanya penyelesaian 4 gedung perkantoran kelas A berdampak terhadap tingkat hunian. Sekitar 89 % dipenghujung tahun 2015 tingkat hunian gedung perkantoran di CBD sedangkan untuk perkantoran kelas A sendiri sekitar 85 %. Angela juga mengatakan bahwa jika dilihat dari amino yang cukup berkelanjutan permintaan dari sektor minyak gas dan sektor pertambangan masih sangat terbatas ketika kinerja sektor lainnya bervariasi sehingga perusahaan e-commerce- sektor yang memang memiliki potensi untuk berkembang di kota Jakarta. Ada beberapa pemilik gedung perkantoran pada triwulan keempat ditahun 2015 menerapkan harga sewa yang lebih fleksibel, hal ini untuk menjaga serta meningkatkan tingkat hunian. Dengan penerapan harga yang fleksibel rata-rata harga sewa di triwulan keempat turun sebesar 1,9% jika dibandingkan dengan harga sewa triwulan sebelumnya pada kelas Premium. Menurut Angela Wibawa,Head of Markets, dengan adanya pasokan perkantoran yang akan selesai walaupun permintaan membaik penurunan harga sewa akan terjadi di tahun 2016 dan 2017. Meskipun demikian, potensi akan kenaikan harga sewa pada akhir proyeksi 5 tahun ke depan.

Semenjak diberlakukannya pajak penghasilan atas barang sangat mewah pada triwulan kedua ditahun 2015 permintaan terhadap kondominium mewah cenderung melemah. Menurut  Luke Rowe pada triwulan keempat tahun 2015 permintaan tertinggi masih terjadi pada kelas menengah dan menengah ke bawah pastinya dengan harga yang terjangkau dan pengenaan pajak yang lebih rendah.  Pada kelas menengah penjualannya cenderung meningkat meskipun rata-rata tingkat penjualan menipis diangka 77% , namun angka tersebut berada pada tingkat penjualan yang lumayan baik. Adanya ketidakpastian atas regulasi pajak setidaknya untuk sekarang ini sudah bisa ditekan sedangkan pertumbuhan ekonomi ataupun nilai tukar rupiah yang lebih stabil akan meningkatkan sentimen. Meskipun pertumbuhan kondominium diproyeksikan optimis tetapi harus tetap waspada terhadap kondisi pasar di tahun yang akan datang.
Terkait dengan pembangunan mal sejak tahun 2011, James Austen berpendapat bahwa hal tersebut berdampak pada pasokan baru terbatas di beberapa triwulan terakhir. Sementara di kota Jakarta tingkat hunian yang tinggi dipengaruhi oleh adanya permintaan di mal-mal yang berkelas. Seperti Lippo St. Moritz yang telah mulai operasi pada triwulan sebelumnya. Performa kinerja sektor fashion kelasnya bervariasi , untuk sektor makanan dan minuman (F&B) masih menjadi segmen yang paling aktif. Tren ini diprediksikan akan terus berlanjut di tahun 2016 yakni dengan tingkat hunian yang baik serta pertumbuhan harga sewa yang pelan namun pasti.

Tahun 2015 yang lalu bisa dikatakan adalah tahun yang penuh dengan tantangan dimana pertumbuhan ekonomi berada jauh dibawah perkiraan, sedangkan rupiah dan mata uang lainnya melemah secara signifikan terhadap dolar AS serta rendahnya harga komoditas yang tentu saja bisa menimbulkan kekhawatiran di kota Jakarta. Todd Lauchlan, Country Head JLL Indonesia mengatakan sebuah pasar tempat minyak, gas, dan pertambangan memainkan peranan penting. Namun di tahun yang akan datang permintaan akan meningkat untuk pasar perkantoran dan residensial sedangkan untuk sektor ritel bisa dipastikan akan stabil. Menutup pembicaraannya Todd Lauchlan mengatakan bahwa pada dasarkan klien investor serta para penghuni tetap tinggi. Beliau memandang di tahun 2016 ini sektor properti harus tetap optimis meski harus tetap waspada.

Sumber: JLL

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita