4 Kamis, 10 Desember 2015 | 17:16:49

Rumah Bersubsidi Di Sulsel Dibangun Sebanyak 5.000 Unit

Rumah Bersubsidi Di Sulsel Dibangun Sebanyak 5.000 UnitTribunews

Rumah adalah satu kebutuhan yang sangat penting bagi semua orang. Dalam hal ini pemerintah terus berupaya untuk memenuhi dan menyediakan perumahan-perumahan yang layak untuk dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat.

Pembangunan untuk rumah bersubsidi saat ini semakin bergairah .  Salah satu daerah yang sedang bergairah dalam pembangunan perumahan adalah Sulawesi Selatan. Dalam hal ini Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyatakan kesiapannya untuk membangun ribuan unit murah pada tahun 2016 yang akan datang.

Sebelumnya anggota Realestat Indonesia (REI) Banten telah berhasil melakukan penandatanganan akad kredit sebanyak 5.196 rumah pada akhir November 2015 lalu.

Pada awal Januari 2016 Pemprov Sulsel telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan groundbreaking untuk pembangunan sebanyak 5.000 unit rumah murah.

P Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengatakan bahwa  pembangunan ini adalah untuk mengejar target nasional dalam program pembangunan sejuta rumah yang sedang di galakkan oleh pemerintah.

Menurut Syarif, program sejuta rumah ini diadakan disamping bertujuan untuk memberikan hunian layak kepada kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga berpengaruh pada peningkatan ekonomi kawasan. Sebab itulah untuk setiap pemda diharapkan dapat memberikan dukungan dan kemudahan terhadap pelaksanaan program sejuta rumah ini.

Syarif juga menghimbau kepada Pemda agar bisa melakukan kontrol terhadap pembangunan rumah rakyat di wilayahnya melalui pemberian izin mendirikan bangunan (IMB).

Berdasarkan aturan yang berlaku maka pemerintah mewajibkan untuk para pengembang membangun dengan konsep hunian berimbang 1:2:3 yakni pada setiap pembangunan satu rumah mewah harus diikuti dengan dua rumah menengah dan tiga rumah yang sederhana. Dalam hal ini Pemda akan dapat dengan mudah memastikan konsep hunian berimbang ini dijalankan atau tidak yakni melalui IMB yang diterbitkan.

Syarif menjelaskan, IMB ini bisa dijadikan alat kontrol untuk memastikan pengembangan segmen hunian di sebuah kawasan apakah telah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau tidak.  Hal ini adalah untuk menjamin agar seluruh segmen baik itu dari  rumah mewah, menengah, bahkan sampai  bawah ada pasokannya dan dapat dipilih oleh masyarakat berdasarkan kemampuannya.

Sumber: Housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita